Cari Berita

Duka Selimuti Penghormatan Terakhir Hakim Tinggi Tarigan Muda Limbong

Gilang Pamungkas - Dandapala Contributor 2026-08-01 15:35:41
Dok. PT Pontianak

Pontianak - Suasana duka menyelimuti Pengadilan Tinggi Pontianak saat digelarnya upacara penghormatan jenazah Tarigan Muda Limbong, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Pontianak, pada Sabtu (1/8/2026). 

Upacara penghormatan terakhir tersebut dihadiri pimpinan dan para hakim dari Pengadilan Tinggi Pontianak, Pengadilan Negeri se-Kalimantan Barat, Pengadilan Tata Usaha Negara, Pengadilan Militer, Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, beserta keluarga besar peradilan di Kalimantan Barat.

Pembacaan riwayat hidup dan pekerjaan almarhum menjadi pembuka upacara. Satu per satu perjalanan pengabdian Tarigan Muda Limbong sebagai hakim dikenang, sejak mengawali karier sebagai Calon Hakim di Pengadilan Negeri Sukabumi pada 1992 hingga mengakhiri masa baktinya sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Pontianak.

Baca Juga: Innalilahi, Hakim Teladan PN Palembang, Raden Zaenal Arief Tutup Usia

Dalam sambutan duka citanya, Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak mengaku masih sulit mempercayai kepergian almarhum. Ia mengenang bahwa sehari sebelum berpulang, almarhum masih dijadwalkan mengikuti aktivitas kedinasan sebagaimana biasa.

Karena almarhum tidak kunjung hadir di kantor pada Jumat (31/7/2026), pimpinan kemudian meminta salah seorang pegawai untuk memastikan kondisi beliau di kediamannya. Almarhum kemudian ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di kamar dan segera dibawa menuju rumah sakit. Namun dalam perjalanan, almarhum dinyatakan telah berpulang.

"Kami sungguh tidak menyangka. Sehari sebelumnya kami masih sempat berbincang dan beliau juga telah menyampaikan izin untuk melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan secara daring bersama Pengadilan Negeri Singkawang," ujar Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak.

Suasana semakin haru ketika istri dan anak-anak almarhum mengikuti prosesi penghormatan terakhir. Dengan mata berkaca-kaca, istri almarhum mengenang komunikasi terakhir bersama suaminya pada malam sebelum beliau berpulang.

Ia menuturkan, pada Jumat pagi keluarga mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa karena almarhum tidak memberikan kabar sebagaimana rutinitas yang selama ini dilakukan. Berbagai upaya untuk menghubungi almarhum tidak membuahkan hasil hingga akhirnya keluarga meminta bantuan rekan-rekan di kantor untuk memeriksa kondisi beliau.

"Kami sudah berusaha menghubungi beliau melalui telepon dan pesan, tetapi tidak ada respons. Karena merasa ada yang tidak biasa, kami kemudian meminta bantuan rekan-rekan di kantor untuk memeriksa kondisi beliau," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: Lantik Thomas Tarigan Jadi Hakim Tinggi, KPT Palembang Tekankan Kesederhanaan

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, serta seluruh insan peradilan yang pernah mengenal dan bekerja bersama beliau. Sosoknya dikenang sebagai hakim yang penuh dedikasi, integritas dan tanggung jawab.

Upacara diakhiri dengan penghormatan terakhir dari seluruh peserta sebelum peti jenazah diberangkatkan menuju Bandara Supadio untuk diterbangkan ke Depok, Jawa Barat sesuai dengan keputusan keluarga. (zm/fac) 

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…