Cari Berita

HUT ke-81 MA: Empat Lingkungan Peradilan Riau Perkuat Integritas

Tim Redaksi - Dandapala Contributor 2026-08-20 20:35:11

RIAU— Suasana penuh kehangatan dan haru mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dipusatkan di halaman Pengadilan Tinggi Riau, Rabu (19/8/2026). Peringatan tersebut mempertemukan keluarga besar empat lingkungan peradilan, yakni Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara, dalam semangat kebersamaan untuk menjaga marwah dan keluhuran peradilan bagi masyarakat Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat dengan pembacaan amanat Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., yang dibacakan secara serentak di seluruh satuan kerja peradilan di Indonesia.

Dalam amanatnya, Ketua Mahkamah Agung mengajak seluruh insan peradilan untuk merefleksikan perjalanan panjang Mahkamah Agung yang telah memasuki usia ke-81 tahun. Mahkamah Agung, menurutnya, bukan sekadar bagian dari sejarah perjalanan bangsa, tetapi terus hadir sebagai benteng yang mengawal tegaknya hukum dan keadilan dalam setiap babak kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Sinergi PT Riau & Kanwil Kemenkum, Perkuat Layanan Konsultasi Hukum & Pendampingan Mediasi Digital

Mengusung tema Peradilan Luhur, Indonesia Makmur Ketua Mahkamah Agung menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan cerminan kesadaran bersama bahwa peradilan yang luhur merupakan salah satu syarat penting bagi terciptanya kemakmuran rakyat.

Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan, lanjutnya, hanya dapat dibangun melalui integritas hakim dan seluruh aparatur peradilan. Kepercayaan terhadap hukum dan peradilan pada akhirnya turut menciptakan kepastian hukum, menjaga iklim investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menutup amanatnya, Ketua Mahkamah Agung mengingatkan bahwa peradilan yang dijalankan dengan nilai-nilai keluhuran akan melahirkan kepercayaan. Kepercayaan terhadap hukum itulah yang menjadi salah satu fondasi utama bagi kemakmuran masyarakat. Mahkamah Agung juga menegaskan sikapnya untuk tidak memberikan toleransi kepada siapa pun yang mencederai marwah dan keluhuran peradilan.

Tumpeng Empat Lingkungan Peradilan

Usai upacara, suasana peringatan menjadi semakin akrab melalui acara pemotongan tumpeng sebagai simbol perjalanan panjang Mahkamah Agung sejak 19 Agustus 1945.

Masing-masing lingkungan peradilan membawa tumpeng yang kemudian dipotong secara bersama-sama. Potongan tumpeng pertama menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya bagi tegaknya hukum dan keadilan.

Momen tersebut sekaligus menjadi doa dan harapan agar empat lingkungan peradilan senantiasa solid, bersinergi, serta terus menghadirkan pelayanan peradilan yang berkeadilan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Syukuran Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI.

Ketua Pengadilan Tinggi Riau dalam sambutannya menyampaikan pesan kebersamaan dengan sentuhan khas Melayu. Sambutan dibuka dengan pantun:

 “Lancang kuning menuju samudera,

membelah ombak menuju cakrawala,

 HUT Mahkamah Agung ke-81 kita rayakan bersama, semoga peradilan jaya sepanjang masa.”

Ketua Pengadilan Tinggi Riau menyampaikan bahwa peringatan HUT tahun ini memiliki nuansa berbeda. Selain menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar peradilan, kegiatan juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat secara langsung melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang menghadirkan layanan kesehatan dasar dan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara gratis bagi aparatur peradilan se-Kota Pekanbaru.

Semangat kolaborasi juga diwujudkan melalui penguatan Zona Integritas Pengadilan Tinggi Riau bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sekaligus melangkah menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam memperluas akses terhadap layanan hukum, Pengadilan Tinggi Riau juga terus mengembangkan **Tuanku Online Versi 2** dan **SI-BAPAK (Sistem Informasi Posbankum Berdampak)**. Kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat, paralegal, dan peacemaker terhadap layanan Posbakum, konsultasi mediasi, hingga mediasi secara daring.

Ketua Pengadilan Tinggi Riau mengajak seluruh Ketua Pengadilan Negeri di wilayah hukumnya untuk melakukan sosialisasi Tuanku Online Versi 2 secara masif dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi, tetapi juga oleh sejauh mana inovasi tersebut dikenal, digunakan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pencari keadilan.

Apresiasi untuk Kinerja dan Integritas

Selain Pengadilan Tinggi Riau, sejumlah Pengadilan Negeri di wilayah Riau, yaitu Pengadilan Negeri Pelalawan, Pengadilan Negeri Rokan Hilir, Pengadilan Negeri Rengat, dan Pengadilan Negeri Tembilahan, juga tengah membangun Zona Integritas menuju predikat WBK.

Ketua Pengadilan Tinggi Riau meminta dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar peradilan agar proses evaluasi dan penilaian yang akan dihadapi dapat berjalan lancar serta menghasilkan capaian terbaik.

Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung di Riau juga menjadi puncak dari berbagai rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan, antara lain pekan olahraga, berbagai pertandingan, lomba kebersihan ruangan, penilaian satuan kerja dan aparatur terbaik, permainan rakyat, lomba karaoke, makan Bajamba, serta Lomba Cerdas Cermat Pembangunan Zona Integritas.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai kegiatan bernuansa kebangsaan melalui Lomba Pesona Busana Adat Nusantara, bakti sosial ke panti asuhan, hingga acara syukuran.

Pada kesempatan tersebut turut diberikan penghargaan kepada satuan kerja dan aparatur dengan kinerja serta integritas terbaik dalam berbagai kategori, di antaranya mediasi, Restorative Justice (RJ), diversi, eksekusi, Evaluasi Implementasi SIPP (EIS), AKIP, dan IKPA.

Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi amanah bagi para penerimanya untuk tampil sebagai agen perubahan dan katalisator yang mampu menularkan semangat berprestasi, memperkuat mindset dan culture set, serta mendorong aparatur lainnya untuk semakin profesional dan berintegritas.

Salah satu penghargaan bergengsi yang diberikan adalah Piala Bergilir **“Adinata Karya Nugraha”**, yang diberikan kepada satuan kerja yang memperoleh jumlah penghargaan Terbaik I terbanyak dan penghargaan lintas sektoral.

Nama “Adinata Karya Nugraha” dimaknai sebagai anugerah penghargaan tertinggi bagi kinerja dan prestasi terbaik.

Tahun ini, Pengadilan Negeri Bangkinang kembali berhasil meraih Piala Bergilir “Adinata Karya Nugraha”. Prestasi tersebut sekaligus mempertahankan gelar yang sebelumnya juga diraih pada tahun lalu.

Ketua Pengadilan Tinggi Riau menyampaikan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Ia berpesan agar penghargaan tidak berhenti sebagai kebanggaan, tetapi menjadi amanah dan motivasi untuk mempertahankan prestasi, meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas serta berdampak bagi masyarakat.

Sementara bagi satuan kerja yang belum memperoleh penghargaan, ia mengingatkan agar tidak berhenti berusaha karena setiap satuan kerja memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik.

Bersama Mempertahankan WBK dan Menuju WBBM

Mengutip pesan Nelson Mandela, *“It always seems impossible until it’s done,”* Ketua Pengadilan Tinggi Riau mengingatkan bahwa perubahan memang tidak selalu mudah. Namun, dengan integritas, kerja keras, kebersamaan, kolaborasi, dan konsistensi, sesuatu yang tampak sulit dapat diwujudkan.

Semangat tersebut, menurutnya, harus dibawa dalam perjalanan mempertahankan WBK dan menuju WBBM, sekaligus membangun peradilan yang semakin profesional, berintegritas, modern, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komitmen, mempererat kebersamaan empat lingkungan peradilan, serta memperbarui semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga: Ketua PT Riau: Penguatan Integritas hingga Zero Pengaduan jadi Prioritas Peradilan

Sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Riau ditutup dengan pantun:

 “Pusaka Melayu berkilau cahaya,  tersimpan indah di dalam peti, delapan satu tahun Mahkamah Agung berkarya,  pengadilan berintegritas, keadilan untuk negeri.”

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…