Cari Berita

Refleksi Akhir Tahun 2025, Berbagai Prestasi di Raih PT Riau

June Dwianti - Dandapala Contributor 2026-01-01 08:00:13
Dok. Ist.

Pekanbaru – Menutup Tahun 2025, Pengadilan Tinggi (PT) Riau melaksanakan Refleksi Akhir Tahun 2025 Rabu, 3/12. Pengadilan tingkat banding di Provinsi Riau ini secara terbuka memaparkan kinerja, inovasi, serta komitmen berkelanjutan dalam membangun peradilan yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada keadilan substantif.

Mengusung tema “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat”, Ketua PT Riau Hj. Diah Sulastri Dewi, menegaskan refleksi akhir tahun bukan sekadar agenda seremonial.

“Refleksi ini sekaligus momentum evaluasi menyeluruh sekaligus pertanggungjawaban terbuka atas kinerja Pengadilan Tinggi Riau bersama 11 pengadilan negeri di bawah wilayah hukumnya,” ungkap Hj. Diah Sulastri Dewi atau biasa dipanggil Bunda Dewi.

Baca Juga: Ketua PT Riau: Penguatan Integritas hingga Zero Pengaduan jadi Prioritas Peradilan

Kegiatan tersebut dihadiri para Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, serta Insan Pers yang selama ini menjadi mitra strategis pengadilan dalam menyampaikan informasi peradilan kepada masyarakat.


“Melalui forum ini, Pengadilan Tinggi Riau meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola peradilan yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan publik, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan,” lanjut Bunda Dewi.

Kinerja Perkara Meningkat, Produktivitas Menguat

Sepanjang Tahun 2025, Pengadilan Tinggi Riau mencatat kinerja penanganan perkara yang solid. Pada tingkat banding, dengan rasio produktivitas mencapai 95 persen, meningkat 4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, pengadilan negeri sewilayah hukum Pengadilan Tinggi Riau menangani lebih dari 14 ribu perkara tingkat pertama, dengan tingkat penyelesaian mencapai 81 persen.

Pemanfaatan teknologi juga semakin optimal. Seluruh perkara perdata tingkat banding telah diajukan melalui e-Court (100%), sedangkan implementasi e-Berpadu untuk perkara pidana terus diperluas sejak pertengahan 2025. Digitalisasi ini terbukti mempercepat proses, meningkatkan transparansi, serta memangkas beban administrasi manual.

Access to Justice: Restoratif, Diversi, dan Mediasi

Penguatan access to justice menjadi salah satu sorotan utama. Sepanjang 2025, pendekatan keadilan restoratif menunjukkan tren positif dengan tingkat keberhasilan 31 persen, meningkat signifikan dibanding 2024.

Dalam perkara anak, penerapan diversi mencatat tingkat keberhasilan 71 persen, mencerminkan komitmen perlindungan kepentingan terbaik bagi anak.

Di bidang mediasi, peran mediator non-hakim semakin diperkuat. Jumlah mediator non-hakim meningkat tajam, diikuti kenaikan keberhasilan mediasi hingga 44,26 persen. Langkah ini dinilai efektif mengurangi beban hakim sekaligus menghadirkan solusi damai yang lebih diterima para pihak.

Penguatan Integritas dan Pengawasan

PT Riau menegaskan bahwa integritas dan pengawasan adalah dua pilar utama peradilan berkualitas. Sepanjang 2025, seluruh pengaduan masyarakat yang masuk—sebanyak 10 pengaduan—telah ditindaklanjuti secara profesional dan tuntas.

Dalam pembangunan Zona Integritas, Pengadilan Tinggi Riau berhasil mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), disusul dua pengadilan negeri yang meraih predikat serupa pada 2025.

Borong Penghargaan Nasional

Capaian tersebut berbuah manis. Sepanjang 2025, Pengadilan Tinggi Riau dan satuan kerja di bawahnya berhasil memborong berbagai penghargaan, baik dari Mahkamah Agung RI, Badan Peradilan Umum, maupun instansi lintas sektoral.

Piala Abhinaya Upangga Wisesa sebagai penghargaan tertinggi di lingkungan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI, yang diberikan kepada satuan kerja dengan kinerja dan kualitas layanan publik terbaik.

Pengadilan Tinggi Riau juga meraih berbagai penghargaan lainnya, antara lain di bidang keterbukaan informasi publik, akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Predikat Unggul pada AMPUH, serta pengelolaan anggaran dan inovasi layanan.

Selain itu, pada Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung yang diselenggarakan pada 30 Desember 2025, Pengadilan Tinggi Riau berhasil meraih peringkat sebagai Pengadilan Tinggi dengan jumlah satuan kerja peraih anugerah terbanyak

Komitmen ke Depan

Menutup rangkaian Refleksi Akhir Tahun, Ketua Pengadilan Tinggi Riau menegaskan berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun 2025 tidak dimaknai sebagai titik akhir, melainkan sebagai fondasi strategis untuk melangkah lebih kokoh pada tahun-tahun mendatang.

“Setiap penghargaan dan pengakuan publik diposisikan sebagai pemicu untuk terus berbenah, memperkuat nilai, dan meningkatkan kualitas kinerja lembaga peradilan,” tegasnya.

Dalam pesan reflektifnya, Hj. Diah Sulastri Dewi, menyampaikan sebuah pernyataan yang sarat makna dan menjadi penegasan arah kelembagaan:

Baca Juga: Farewell Games, Kado Perpisahan Wakil Ketua PT Riau dan Ketua PTWP Riau

“Wibawa peradilan dibangun oleh integritas dan akuntabilitas, bukan oleh pencitraan.”

Pesan tersebut menjadi benang merah komitmen Pengadilan Tinggi Riau dalam menjaga marwah peradilan. Berpijak pada integritas aparatur, inovasi yang berkelanjutan, serta kemitraan strategis bersama insan media dan masyarakat, Pengadilan Tinggi Riau meneguhkan langkah untuk terus menghadirkan peradilan yang berwibawa, dipercaya publik, dan menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan oleh para pencari keadilan. (ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…