Pekanbaru – Menutup Tahun 2025,
Pengadilan Tinggi (PT) Riau melaksanakan Refleksi Akhir Tahun 2025 Rabu,
3/12. Pengadilan tingkat banding di Provinsi Riau ini secara terbuka memaparkan
kinerja, inovasi, serta komitmen berkelanjutan dalam membangun peradilan yang
berintegritas, transparan, dan berorientasi pada keadilan substantif.
Mengusung
tema “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat”, Ketua PT Riau Hj. Diah
Sulastri Dewi, menegaskan refleksi akhir tahun bukan sekadar agenda seremonial.
“Refleksi
ini sekaligus momentum evaluasi menyeluruh sekaligus pertanggungjawaban terbuka
atas kinerja Pengadilan Tinggi Riau bersama 11 pengadilan negeri di bawah
wilayah hukumnya,” ungkap Hj. Diah Sulastri Dewi atau biasa dipanggil Bunda
Dewi.
Baca Juga: Ketua PT Riau: Penguatan Integritas hingga Zero Pengaduan jadi Prioritas Peradilan
Kegiatan tersebut dihadiri para Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, serta Insan Pers yang selama ini menjadi mitra strategis pengadilan dalam menyampaikan informasi peradilan kepada masyarakat.

“Melalui
forum ini, Pengadilan Tinggi Riau meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat
tata kelola peradilan yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap
kebutuhan publik, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kepercayaan
masyarakat terhadap lembaga peradilan,” lanjut Bunda Dewi.
Kinerja
Perkara Meningkat, Produktivitas Menguat
Sepanjang
Tahun 2025, Pengadilan Tinggi Riau mencatat kinerja penanganan perkara yang
solid. Pada tingkat banding, dengan rasio produktivitas mencapai 95 persen,
meningkat 4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, pengadilan negeri sewilayah hukum Pengadilan Tinggi Riau
menangani lebih dari 14 ribu perkara tingkat pertama, dengan tingkat
penyelesaian mencapai 81 persen.
Pemanfaatan
teknologi juga semakin optimal. Seluruh perkara perdata tingkat banding telah
diajukan melalui e-Court (100%), sedangkan implementasi e-Berpadu untuk perkara
pidana terus diperluas sejak pertengahan 2025. Digitalisasi ini terbukti
mempercepat proses, meningkatkan transparansi, serta memangkas beban
administrasi manual.
Access
to Justice: Restoratif, Diversi, dan Mediasi
Penguatan
access to justice menjadi salah satu sorotan utama. Sepanjang 2025,
pendekatan keadilan restoratif menunjukkan tren positif dengan tingkat
keberhasilan 31 persen, meningkat signifikan dibanding 2024.
Dalam
perkara anak, penerapan diversi mencatat tingkat keberhasilan 71 persen,
mencerminkan komitmen perlindungan kepentingan terbaik bagi anak.
Di
bidang mediasi, peran mediator non-hakim semakin diperkuat. Jumlah mediator
non-hakim meningkat tajam, diikuti kenaikan keberhasilan mediasi hingga 44,26
persen. Langkah ini dinilai efektif mengurangi beban hakim sekaligus
menghadirkan solusi damai yang lebih diterima para pihak.
Penguatan
Integritas dan Pengawasan
PT
Riau menegaskan bahwa integritas dan pengawasan adalah dua pilar utama
peradilan berkualitas. Sepanjang 2025, seluruh pengaduan masyarakat yang
masuk—sebanyak 10 pengaduan—telah ditindaklanjuti secara profesional dan
tuntas.
Dalam
pembangunan Zona Integritas, Pengadilan Tinggi Riau berhasil mempertahankan
predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), disusul dua pengadilan negeri yang
meraih predikat serupa pada 2025.
Borong
Penghargaan Nasional
Capaian
tersebut berbuah manis. Sepanjang 2025, Pengadilan Tinggi Riau dan satuan kerja
di bawahnya berhasil memborong berbagai penghargaan, baik dari Mahkamah Agung
RI, Badan Peradilan Umum, maupun instansi lintas sektoral.
Piala
Abhinaya Upangga Wisesa sebagai penghargaan tertinggi di lingkungan Peradilan
Umum Mahkamah Agung RI, yang diberikan kepada satuan kerja dengan kinerja dan
kualitas layanan publik terbaik.
Pengadilan
Tinggi Riau juga meraih berbagai penghargaan lainnya, antara lain di bidang
keterbukaan informasi publik, akuntabilitas kinerja instansi pemerintah,
layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Predikat Unggul pada AMPUH, serta
pengelolaan anggaran dan inovasi layanan.
Selain
itu, pada Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung yang diselenggarakan pada 30
Desember 2025, Pengadilan Tinggi Riau berhasil meraih peringkat sebagai
Pengadilan Tinggi dengan jumlah satuan kerja peraih anugerah terbanyak
Komitmen
ke Depan
Menutup
rangkaian Refleksi Akhir Tahun, Ketua Pengadilan Tinggi Riau menegaskan berbagai
capaian yang diraih sepanjang tahun 2025 tidak dimaknai sebagai titik akhir,
melainkan sebagai fondasi strategis untuk melangkah lebih kokoh pada
tahun-tahun mendatang.
“Setiap
penghargaan dan pengakuan publik diposisikan sebagai pemicu untuk terus
berbenah, memperkuat nilai, dan meningkatkan kualitas kinerja lembaga
peradilan,” tegasnya.
Dalam
pesan reflektifnya, Hj. Diah Sulastri Dewi, menyampaikan sebuah pernyataan yang
sarat makna dan menjadi penegasan arah kelembagaan:
Baca Juga: Farewell Games, Kado Perpisahan Wakil Ketua PT Riau dan Ketua PTWP Riau
“Wibawa
peradilan dibangun oleh integritas dan akuntabilitas, bukan oleh pencitraan.”
Pesan tersebut menjadi benang merah komitmen Pengadilan Tinggi Riau dalam menjaga marwah peradilan. Berpijak pada integritas aparatur, inovasi yang berkelanjutan, serta kemitraan strategis bersama insan media dan masyarakat, Pengadilan Tinggi Riau meneguhkan langkah untuk terus menghadirkan peradilan yang berwibawa, dipercaya publik, dan menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan oleh para pencari keadilan. (ldr)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI