Cirebon, Jawa
Barat - Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal penting bagi
setiap satuan kerja peradilan, termasuk Pengadilan Negeri (PN) Cirebon. Untuk
meningkatkan kemampuan aparatur dalam menghadapi situasi darurat, PN Cirebon
bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon
menggelar simulasi bencana pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang
Sidang Utama PN Cirebon, Jalan Wahidin Sudirohusodo Nomor 18, Sukapura,
Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, tersebut tidak hanya memberikan pemahaman
mengenai potensi bencana, tetapi juga membekali aparatur dengan langkah-langkah
yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.
Ketua PN Cirebon, Hera Polosia Destiny, dalam sambutannya menegaskan bahwa potensi bencana alam harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kebutuhan penting mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan berdampak pada keselamatan aparatur maupun masyarakat yang sedang mengakses layanan pengadilan.
Baca Juga: Kesiapsiagaan Bencana & Keselamatan Lingkungan Kerja, Ini Langkah PN Oelamasi

“Tidak menutup kemungkinan terjadinya
bencana alam. Oleh karena itu, kita harus bisa mengantisipasinya, salah satunya
dengan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Hera.
Ia mengungkapkan, sejumlah satuan kerja
pengadilan telah merasakan dampak bencana alam, seperti gempa bumi dan banjir.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aparatur perlu memahami
langkah penyelamatan diri dan penanganan keadaan darurat agar tidak panik
ketika menghadapi situasi serupa.
Hera juga menekankan bahwa
kesiapsiagaan perlu diperhatikan karena aktivitas pelayanan kepada masyarakat
tetap berlangsung setiap hari. Dengan demikian, aparatur harus mengetahui cara
bertindak secara tepat apabila bencana terjadi saat persidangan atau pelayanan
publik sedang berjalan.
“Kita serius menanggapi hal ini.
Melalui penjelasan dari BPBD dan simulasi yang dilakukan, kita ingin mengetahui
bagaimana penanganannya dan cara mengantisipasi bencana, termasuk ketika
pelayanan kepada masyarakat sedang berlangsung,” tambahnya.
Dalam pemaparan materi, perwakilan BPBD Kota Cirebon, Ela, menjelaskan bahwa wilayah Cirebon memiliki beragam potensi bencana yang perlu diwaspadai. Banjir menjadi salah satu risiko yang kerap terjadi, bahkan ketika hujan tidak terlalu deras. Selain itu, angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang juga menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.

Ela menambahkan, potensi kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Kabupaten Kuningan juga perlu
diperhatikan karena dampaknya berpotensi menjangkau wilayah Cirebon. Sementara
itu, risiko gempa bumi turut menjadi perhatian dalam upaya membangun
kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Menurut Ela, upaya mitigasi bencana di
lingkungan satuan kerja tidak cukup hanya dengan menyediakan jalur evakuasi.
Setiap instansi perlu memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas
agar seluruh personel memahami tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan
darurat terjadi.
Selain SOP, keberadaan Tim Siaga
Bencana juga dinilai penting. Tim tersebut perlu dibentuk dengan pembagian
tugas dan tanggung jawab yang jelas, sehingga setiap personel mengetahui
perannya dalam membantu proses evakuasi, memberikan pertolongan, serta
memastikan keselamatan orang-orang di lingkungan kantor.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan
dengan simulasi penanganan bencana yang dipraktikkan langsung oleh aparatur PN
Cirebon. Simulasi mencakup langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika bencana
terjadi, termasuk penanganan terhadap korban yang membutuhkan pertolongan.
Melalui kegiatan ini, PN Cirebon
berharap seluruh aparatur semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, mulai dari
mengenali potensi risiko, mengikuti prosedur evakuasi, hingga memberikan
pertolongan dalam keadaan darurat. Dengan persiapan yang baik, risiko akibat
bencana diharapkan dapat diminimalkan tanpa mengabaikan keselamatan aparatur
dan masyarakat pencari keadilan.
Baca Juga: Status Bencana Nasional, Tameng Impunitas atau Pintu Masuk Penegakan Hukum Lingkungan?
Sinergi PN Cirebon dan BPBD Kota
Cirebon ini sekaligus menjadi langkah untuk membangun budaya sadar bencana di
lingkungan peradilan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung
dengan lebih aman dan kesiapan menghadapi keadaan darurat semakin baik. (zm/ldr)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI