Cari Berita

Antisipasi Risiko Bencana, PN Cirebon Gandeng BPBD Gelar Simulasi Kesiapsiagaan

PN Cirebon - Dandapala Contributor
2026-10-23 15:20:55
Dok. Ist

Cirebon, Jawa Barat - Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi hal penting bagi setiap satuan kerja peradilan, termasuk Pengadilan Negeri (PN) Cirebon. Untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam menghadapi situasi darurat, PN Cirebon bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon menggelar simulasi bencana pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama PN Cirebon, Jalan Wahidin Sudirohusodo Nomor 18, Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai potensi bencana, tetapi juga membekali aparatur dengan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.

Ketua PN Cirebon, Hera Polosia Destiny, dalam sambutannya menegaskan bahwa potensi bencana alam harus diantisipasi sejak dini. Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kebutuhan penting mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan berdampak pada keselamatan aparatur maupun masyarakat yang sedang mengakses layanan pengadilan.

Baca Juga: Kesiapsiagaan Bencana & Keselamatan Lingkungan Kerja, Ini Langkah PN Oelamasi


“Tidak menutup kemungkinan terjadinya bencana alam. Oleh karena itu, kita harus bisa mengantisipasinya, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Hera.

Ia mengungkapkan, sejumlah satuan kerja pengadilan telah merasakan dampak bencana alam, seperti gempa bumi dan banjir. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aparatur perlu memahami langkah penyelamatan diri dan penanganan keadaan darurat agar tidak panik ketika menghadapi situasi serupa.

Hera juga menekankan bahwa kesiapsiagaan perlu diperhatikan karena aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung setiap hari. Dengan demikian, aparatur harus mengetahui cara bertindak secara tepat apabila bencana terjadi saat persidangan atau pelayanan publik sedang berjalan.

“Kita serius menanggapi hal ini. Melalui penjelasan dari BPBD dan simulasi yang dilakukan, kita ingin mengetahui bagaimana penanganannya dan cara mengantisipasi bencana, termasuk ketika pelayanan kepada masyarakat sedang berlangsung,” tambahnya.

Dalam pemaparan materi, perwakilan BPBD Kota Cirebon, Ela, menjelaskan bahwa wilayah Cirebon memiliki beragam potensi bencana yang perlu diwaspadai. Banjir menjadi salah satu risiko yang kerap terjadi, bahkan ketika hujan tidak terlalu deras. Selain itu, angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang juga menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.


Ela menambahkan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Kabupaten Kuningan juga perlu diperhatikan karena dampaknya berpotensi menjangkau wilayah Cirebon. Sementara itu, risiko gempa bumi turut menjadi perhatian dalam upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurut Ela, upaya mitigasi bencana di lingkungan satuan kerja tidak cukup hanya dengan menyediakan jalur evakuasi. Setiap instansi perlu memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar seluruh personel memahami tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.

Selain SOP, keberadaan Tim Siaga Bencana juga dinilai penting. Tim tersebut perlu dibentuk dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, sehingga setiap personel mengetahui perannya dalam membantu proses evakuasi, memberikan pertolongan, serta memastikan keselamatan orang-orang di lingkungan kantor.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana yang dipraktikkan langsung oleh aparatur PN Cirebon. Simulasi mencakup langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi, termasuk penanganan terhadap korban yang membutuhkan pertolongan.

Melalui kegiatan ini, PN Cirebon berharap seluruh aparatur semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, mulai dari mengenali potensi risiko, mengikuti prosedur evakuasi, hingga memberikan pertolongan dalam keadaan darurat. Dengan persiapan yang baik, risiko akibat bencana diharapkan dapat diminimalkan tanpa mengabaikan keselamatan aparatur dan masyarakat pencari keadilan.

Baca Juga: Status Bencana Nasional, Tameng Impunitas atau Pintu Masuk Penegakan Hukum Lingkungan?

Sinergi PN Cirebon dan BPBD Kota Cirebon ini sekaligus menjadi langkah untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan peradilan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman dan kesiapan menghadapi keadaan darurat semakin baik. (zm/ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…