Denpasar, Bali - Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar selaku Pelindung Dharmayukti Karini Provinsi Bali menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menjaga integritas insan peradilan. Kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Dharmayukti Karini. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan organisasi sekaligus mengingatkan arti dukungan keluarga bagi pelaksanaan tugas di lingkungan peradilan.
“Terlebih bagi keluarga besar peradilan, nilai integritas harus hidup bukan hanya di kantor, tetapi juga di dalam keluarga,” tegas Ketua PT Denpasar.
Baca Juga: Kesederhanaan Hidup: Benteng Integritas, Nilai Keagamaan dan Perlindungan Sosial
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pengadilan dibangun melalui putusan yang adil serta keteladanan perilaku insan peradilan dan keluarganya. Karena itu, menjaga nilai-nilai kejujuran dan kesederhanaan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan secara konsisten.
Ketua PT Denpasar turut memberikan perhatian pada peran istri dalam mendampingi suami menjalankan tugas pengabdian. Menurutnya, pekerjaan di dunia peradilan menuntut integritas, keteguhan hati, kedisiplinan, dan kebijaksanaan. Di tengah tuntutan tersebut, keluarga menjadi tempat memperoleh ketenangan dan dukungan.
Dukungan itu hadir melalui berbagai hal sederhana, mulai dari perhatian, kesabaran, doa, hingga suasana rumah yang menenteramkan. Meskipun tidak terlibat langsung dalam pemeriksaan perkara maupun pengambilan putusan, pendamping hidup mempunyai peran berarti dalam membantu pasangan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Pengabdian semacam ini, menurutnya, sering kali tidak terlihat oleh banyak orang, tetapi memiliki arti besar bagi kekuatan keluarga. Namun, ia juga menegaskan bahwa peran sebagai pendamping perlu berjalan seiring dengan kesempatan mengembangkan diri. Anggota Dharmayukti Karini diharapkan terus memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Namun, saya juga ingin menegaskan bahwa menjadi pendamping suami bukan berarti kita kehilangan jati diri,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan anggota Dharmayukti Karini sebagai pribadi yang memiliki potensi dan ruang untuk berkarya. Peran dalam keluarga dapat berjalan bersama dengan kontribusi dalam organisasi maupun kehidupan sosial. Memasuki usia ke-24, Dharmayukti Karini Provinsi Bali diharapkan semakin menjadi wadah yang hangat dan terbuka bagi seluruh anggotanya. Organisasi perlu memberikan ruang agar setiap anggota merasa diterima, dihargai, dan memperoleh kesempatan untuk bertumbuh.
Baca Juga: Refleksi Kinerja PT Denpasar 2025: Keadilan Bermartabat, Integritas Tanpa Batas
Ketua PT Denpasar mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga kekompakan serta keharmonisan. Semangat saling menguatkan, merangkul, dan menghormati perbedaan menjadi bekal penting agar organisasi terus memberikan manfaat. Ia juga mengingatkan bahwa ketulusan merupakan bagian utama dari pengabdian. Nilai sebuah kebaikan tidak semata-mata ditentukan oleh perhatian atau penghargaan yang diterima, tetapi oleh kesungguhan dalam melaksanakannya.
Pada akhir sambutan, Ketua PT Denpasar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota Dharmayukti Karini Provinsi Bali atas dedikasi serta kebersamaan yang telah terbangun. Peringatan HUT ke-24 diharapkan memperkuat semangat untuk terus berkarya, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan kepedulian bagi keluarga, lingkungan peradilan, serta masyarakat. (ikaw/al)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI