Pontianak - Pengadilan Negeri (PN) Pontianak menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penguatan keimanan, integritas, dan kegiatan Sedekah Jumat, Jumat, 23 Januari 2026, di Aula PN Pontianak. Kegiatan ini diikuti seluruh hakim dan pegawai sebagai upaya meneladani hikmah Isra Mi’raj dalam membangun etos kerja aparatur peradilan yang berlandaskan ketakwaan serta kepedulian sosial.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Pengadilan Negeri Pontianak berlangsung khidmat dan tertib. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh hakim dan pegawai PN Pontianak sebagai bagian dari pembinaan rohani dan penguatan nilai integritas di lingkungan peradilan.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak, I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara. Dalam sambutannya, ia menekankan, "Pentingnya menjadikan momentum keagamaan sebagai sarana refleksi diri bagi aparatur peradilan". Menurutnya, "Nilai keimanan dan integritas harus berjalan seiring dalam pelaksanaan tugas sehari-hari agar kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan dapat terus terjaga".
Baca Juga: Menelusuri Penerapan Pidana Peringatan Terhadap Anak
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Bustanil Arifin. Dalam tausiyahnya, Ustadz Bustanil Arifin mengulas makna mendalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai sumber keteladanan bagi kehidupan pribadi dan profesional.
Ia menjelaskan bahwa Isra Mi’raj terjadi pada masa Amul Huzni atau Tahun Kesedihan, saat Rasulullah SAW menghadapi ujian berat. “Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada tahun yang disebut Amul Huzni atau Tahun Kesedihan, saat Rasulullah SAW kehilangan orang-orang tercinta dan menghadapi tekanan yang sangat berat,” ujarnya.
Dari peristiwa tersebut, ia mengingatkan bahwa setiap kesulitan selalu disertai jalan keluar dari Allah SWT. “Di balik setiap kesulitan yang dihadapi hamba-Nya, Allah selalu menyiapkan jalan keluar yang luar biasa bagi orang-orang yang bersabar,” katanya.
Ustadz Bustanil Arifin juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. “Dalam kehidupan sehari-hari, mulailah dengan bertutur kata yang baik, terutama kepada istri dan anak-anak, karena perkataan yang baik akan mendatangkan kebaikan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendidikan anak sejak dini sebagai fondasi akhlak dan ilmu agama yang kuat. “Pendidikan anak sejak dini sangat penting, bahkan jika memungkinkan dimasukkan ke pondok pesantren agar tertanam akar ilmu dan akhlak agama yang kuat,” katanya.
Terkait tugas aparatur peradilan, ia menegaskan bahwa nilai Isra Mi’raj relevan untuk membentuk etos kerja yang jujur dan bertanggung jawab. “Hikmah Isra Mi’raj bagi insan peradilan adalah meningkatkan etos kerja dan integritas yang berlandaskan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Baca Juga: Wujudkan Peradilan Modern, PN Pontianak Luncurkan Layanan PTSP Online
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Setelah itu, keluarga besar PN Pontianak melaksanakan Sedekah Jumat dengan membagikan sedekah kepada para pengguna jalan di depan Kantor Pengadilan Negeri Pontianak sebagai wujud kepedulian sosial.
Melalui peringatan Isra Mi’raj dan kegiatan Sedekah Jumat ini, Pengadilan Negeri Pontianak menegaskan komitmen untuk membangun aparatur peradilan yang beriman, berintegritas, dan peduli terhadap sesama, sebagai bagian dari penguatan nilai moral dalam pelaksanaan tugas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI