Makassar – Sebanyak 34 mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diterima sebagai peserta program BKP Karakter Kepemimpinan dan Bela Negara Tema Anti Korupsi Tahun 2026 di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.
Para peserta diterima langsung oleh Ketua PN Makassar, I Wayan Rumega, bersama Wakil Ketua, hakim karier, hakim ad hoc, serta pejabat struktural yang akan mendampingi mahasiswa selama mengikuti program tersebut.
Kegiatan penerimaan berlangsung di Ruang Sidang Bagir Manan, PN Makassar, pada Selasa (10/3/2026). Para mahasiswa yang terdiri dari prodi Ilmu Hukum, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Ilmu Pemerintahan hadir bersama dosen pendamping dari Universitas Hasanuddin.
Baca Juga: PN Makassar Sosialisasikan Layanan Pengadilan ke Pemkot dan APH
Program Bela Negara ini akan berlangsung selama satu semester, terhitung sejak Februari hingga Juni 2026, dengan bobot penilaian sebesar 20 SKS.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa terkait sistem peradilan serta nilai-nilai integritas dalam lembaga peradilan.
Dalam sambutannya, Ketua PN Makassar, I Wayan Rumega, menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja selama para peserta mengikuti program di lingkungan PN Makassar.
“Selama mengikuti program ini, saya berharap para mahasiswa dapat menunjukkan sikap disiplin, menjaga etika, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Lingkungan pengadilan adalah tempat yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab dalam menegakkan hukum,” ujar I Wayan Rumega.
Ia juga menjelaskan bahwa program Bela Negara dengan tema anti korupsi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya integritas aparatur peradilan serta nilai-nilai dasar yang harus dijunjung tinggi oleh setiap penyelenggara peradilan.
“Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan dapat memahami bagaimana pentingnya integritas dalam menjalankan tugas di lembaga peradilan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengenal lebih dekat etika dan perilaku hakim sesuai dengan kode etik dan pedoman perilaku hakim yang berlaku,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya anti korupsi di lingkungan peradilan.
Baca Juga: Jalan Sehat Bersama IKAHI Makassar Dalam Rangka HUT ke-72
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,” tutupnya.
Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai sistem peradilan serta berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya anti korupsi, transparansi, dan pelayanan publik yang berintegritas di lingkungan masyarakat. (nj/al/ldr)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI