Pekanbaru, 26 Februari 2026. Memasuki hari ke-8 Ramadhan, Pengadilan Tinggi (PT) Riau menggelar Kajian Ramadhan bertema “Memaknai Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Integritas Aparatur Peradilan”, menghadirkan Al-Mukarram Ustadz Abdul Somad sebagai pengisi tausiyah.
Mengawali acara, Ketua PT Riau, Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani dan penguatan akhlak; integritas bukan sekadar slogan, melainkan kompas dalam melaksanakan tugas dan amanah peradilan. Ia juga mengajak seluruh aparatur menjadikan momen ini sebagai penguat nurani—agar amanah, kewenangan, dan jabatan tetap berada di jalur kebenaran dan keadilan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid—luring dan daring—se-wilayah hukum Pengadilan Tinggi Riau mengikuti secara online. Selain itu, turut hadir juga unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, perwakilan Kapolda Riau, Pemerintah Kota yang diwakili Sekretaris Daerah, perwakilan Pengadilan Agama dan PTUN, ibu-ibu Dharmayukti Karini, hingga masyarakat majelis taklim. Kebersamaan lintas institusi ini menegaskan satu pesan: menjaga marwah peradilan adalah ikhtiar bersama.
Masuk ke inti kajian, Ustadz Abdul Somad menyampaikan tausiyah dengan merangkum pesan Ramadhan dalam tiga peneguhan.
Pertama, Ramadhan sebagai bulan integritas—latihan kejujuran, disiplin, dan konsistensi sejak sahur hingga berbuka, bahkan dalam hal-hal yang paling kecil.
Kedua, menekan keinginan dengan memikirkan orang lain—puasa menggeser fokus dari “aku” ke “kita”, menumbuhkan empati agar godaan menyimpang melemah.
Ketiga, suami dan istri saling menjaga dan mengingatkan—karena integritas tak tumbuh sendirian; ia hidup dalam ekosistem keluarga dan lingkungan kerja yang saling menasihati dalam kebaikan.
Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad juga menegaskan bahwa integritas sangat erat kaitannya dengan amanah jabatan dan kekuatan doa.
Baca Juga: Farewell Games, Kado Perpisahan Wakil Ketua PT Riau dan Ketua PTWP Riau
Ibadah, menurut beliau, bukan sekadar ritual, tetapi sarana pembentukan karakter: menjadi lebih jujur, lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bersih dalam niat serta perbuatan.
Bagi aparatur peradilan, pesan ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik bertumpu pada keteladanan, baik dari pimpinan maupun seluruh jajaran. Kajian Ramadhan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Selain memperkaya batin, kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan komitmen seluruh aparatur peradilan untuk menjadikan integritas sebagai nilai hidup dan budaya kerja, demi terwujudnya peradilan yang bermartabat dan dipercaya masyarakat. (ldr)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI
