Cari Berita

Riset Dr. Hasanudin, Ungkap Motivasi Kerja Jadi Kunci Kinerja Hakim

Tim DANDAPALA - Dandapala Contributor 2026-08-31 14:00:23
Dok. Ist.

Jakarta.  Sistem promosi dan mutasi serta manajemen kinerja belum secara langsung menjadi faktor utama dalam meningkatkan kinerja hakim. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian tesis berjudul “Pengaruh Sistem Promosi Mutasi Hakim dan Manajemen Kinerja terhadap Kinerja Hakim melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Pemediasi (Studi Kausal pada Hakim Angkatan VIII di Lingkungan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI)” yang disusun Dr. Hasanudin Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Badilum, mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Jayabaya Jakarta.

Penelitian tersebut berhasil dipertahankan di hadapan para penguji Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Jayabaya Jakarta, Senin 31/8.


Penelitian tersebut secara khusus mengkaji hubungan antara sistem promosi dan mutasi hakim, manajemen kinerja, motivasi kerja, dan kinerja hakim. Kajian ini berangkat dari masih terbatasnya penelitian yang mengintegrasikan keempat variabel tersebut dalam satu kerangka analisis, terutama dengan hakim sebagai subjek penelitian.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri atas 1.012 Hakim Angkatan VIII di lingkungan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, penelitian menganalisis 365 responden menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS), disertai pengujian mediasi menggunakan kriteria Hair dkk. dan Uji Sobel.

Promosi dan Manajemen Kinerja Dorong Motivasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem promosi dan mutasi hakim berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja.

Manajemen kinerja juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan adanya kejelasan standar dan target kinerja menjadi salah satu faktor penting yang mendorong motivasi kerja hakim.

Motivasi Kerja Menjadi Faktor Paling Dominan

Temuan paling menonjol dalam penelitian ini adalah kuatnya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja hakim. Hasil tersebut menjadikan motivasi kerja sebagai faktor paling dominan dalam model penelitian.

Penelitian juga menunjukkan motivasi kerja berperan sebagai mediator penuh (full mediation) dalam hubungan antara promosi-mutasi dengan kinerja hakim. Hal serupa terjadi pada hubungan antara manajemen kinerja dan kinerja hakim.

Dengan demikian, penelitian memperlihatkan bahwa promosi-mutasi dan manajemen kinerja lebih efektif ketika mampu membangun motivasi internal hakim. Kedua mekanisme organisasi tersebut tidak serta-merta menghasilkan peningkatan kinerja apabila tidak disertai dorongan internal dari hakim.

Transparansi Promosi-Mutasi

Meskipun secara umum persepsi responden terhadap sejumlah aspek promosi-mutasi dan manajemen kinerja tergolong positif, penelitian menemukan beberapa area yang masih perlu diperbaiki.

Promosi dan mutasi yang objektif, kesesuaian kompetensi hakim dalam sistem promosi dan mutasi, serta pertimbangan kebutuhan organisasi pengadilan masing-masing masih berada di bawah standar yang ditetapkan dalam indikator penelitian. Selain itu, aspek pemberian umpan balik dalam sistem manajemen kinerja yang dapat membantu meningkatkan kualitas kinerja hakim juga masih memperoleh nilai di bawah standar.

Sebaliknya, aspek yang paling mencerminkan sistem promosi-mutasi adalah dukungannya terhadap pengembangan karier hakim. Pada manajemen kinerja, indikator yang paling kuat adalah kejelasan standar dan target kinerja. Sementara itu, motivasi kerja paling kuat tercermin dari dorongan hakim untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai hakim. Adapun kinerja hakim paling kuat tercermin dari upaya menjalankan tugas sesuai dengan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Mendorong Pembaruan Pengelolaan SDM Hakim

Penelitian tersebut memberikan implikasi untuk pendekatan birokratis yang hanya mengandalkan aspek struktural berupa promosi, mutasi, dan manajemen kinerja belum cukup untuk meningkatkan produktivitas yudisial. Motivasi kerja justru menjadi penghubung penting yang mengubah kebijakan organisasi menjadi dorongan nyata untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Temuan ini sekaligus menegaskan pentingnya memperhatikan aspek psikologis dan profesional dalam pengelolaan sumber daya manusia hakim. Penelitian mengidentifikasi bahwa dorongan untuk meningkatkan kemampuan sebagai hakim merupakan salah satu bentuk motivasi yang sangat kuat pada Hakim Angkatan VIII.

Baca Juga: Mewujudkan Service Excellence, PT Palembang Hadirkan Inovasi Periang

Dari sisi praktis, penelitian merekomendasikan peningkatan akurasi rotasi dan penugasan agar lebih sesuai dengan keahlian serta beban kerja hakim. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa keadilan dalam penempatan dan sekaligus meningkatkan motivasi kerja. (ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…