Cari Berita

Workshop Public Speaking Badilum Ungkap 4 Kunci Bicara Efektif

Anissa Larasati - Dandapala Contributor 2026-08-18 12:15:53
Dok. Ist

Jakarta - Kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan penting dalam membangun komunikasi yang efektif, khususnya bagi aparatur peradilan yang dituntut mampu menyampaikan gagasan, informasi, maupun kebijakan secara jelas dan meyakinkan.

Dalam workshop public speaking yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (18/8/2026), peserta mendapatkan pemahaman mengenai empat langkah utama dalam menyusun pesan public speaking, yakni jelas, singkat, terstruktur, dan persuasif.

Pertama, jelas, karena pesan yang disampaikan secara jelas akan lebih mudah dipahami oleh audiens. Kedua, singkat, karena pesan yang tidak bertele-tele akan lebih mudah diingat. Ketiga, terstruktur, sehingga alur penyampaian dapat lebih mudah diikuti oleh audiens. Keempat, persuasif, karena pesan yang disampaikan secara meyakinkan akan lebih mudah menggerakkan audiens untuk melakukan tindakan yang diharapkan.

Baca Juga: Corporate Trainer Budi Berlian Tekankan Logos, Pathos & Ethos dalam Public Speaking

Keempat unsur tersebut tidak hanya berkaitan dengan materi yang disampaikan, tetapi juga harus didukung oleh kemampuan pembicara dalam mengatur intonasi, bahasa tubuh, kontak mata, gerakan, serta penggunaan jeda selama berbicara.

Dalam praktiknya, terdapat lima aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu voice, eye contact, body language, gesture, dan pause.

Pada aspek voice, pembicara perlu menggunakan volume suara yang sesuai dengan ukuran ruangan, memvariasikan intonasi untuk menjaga perhatian audiens, serta memastikan artikulasi jelas dengan tempo bicara yang tidak terlalu cepat. Suara yang jelas, bervariasi, dan tepat akan membuat pesan lebih mudah dipahami sekaligus menjaga keterlibatan audiens.

Selanjutnya, eye contact atau kontak mata dilakukan dengan melihat seluruh bagian audiens dan tidak terpaku pada satu titik. Kontak mata dapat dipertahankan secara natural selama beberapa detik sebelum beralih kepada audiens lainnya. Teknik ini penting untuk membangun koneksi, menunjukkan kepercayaan diri, serta membuat audiens merasa dihargai.

Aspek berikutnya adalah body language. Pembicara dianjurkan berdiri dengan postur tegak dan terbuka, menghindari posisi tangan yang menyilang maupun memasukkan tangan ke dalam saku, serta melakukan perpindahan posisi secara terkontrol dan memiliki tujuan. Bahasa tubuh yang positif dapat memperkuat kesan percaya diri dan kredibilitas pembicara.

Sementara itu, gesture atau gerakan tubuh dan tangan harus digunakan secara natural serta sesuai dengan konteks pesan. Gerakan dapat dimanfaatkan untuk menekankan poin-poin penting, tetapi perlu dihindari penggunaan gesture yang berlebihan karena dapat mengganggu konsentrasi audiens.

Terakhir, pause atau jeda merupakan bagian penting dalam penyampaian pesan. Jeda dapat diberikan di antara gagasan maupun setelah menyampaikan poin penting untuk memberikan kesempatan kepada audiens dalam mencerna informasi. Keheningan sesaat juga dapat digunakan sebagai bentuk penekanan dan membantu pembicara terdengar lebih meyakinkan.

Baca Juga: Workshop Public Speaking Digelar, Badilum Dorong 58 Satker Raih WBK/WBBM

Dengan penerapan empat langkah penyusunan pesan serta lima teknik penyampaian tersebut, kemampuan public speaking diharapkan tidak hanya menghasilkan komunikasi yang lebih efektif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, menarik perhatian audiens, dan mendorong mereka untuk memahami serta melaksanakan pesan yang disampaikan.

Kemampuan berbicara di depan publik pada akhirnya bukan sekadar tentang apa yang disampaikan, melainkan juga bagaimana pesan tersebut disampaikan agar dapat dipahami, diingat, dan menggerakkan audiens. (zm/wi)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…