Surabaya. Bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 3 Prof. Dr. H. M.
Syarifuddin S.H., M.H., Pengadilan Tinggi
(PT) Surabaya menyelenggarakan acara Purnabakti Ketua PT Surabaya Charis
Mardiyanto, Jumat 29/8.
Charis Mardiyanto resmi memasuki masa
purnabakti setelah mengabdi selama 41 tahun di dunia peradilan.
Kemudian acara wisuda dipimpin secara
langsung oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI Prof. H. Sunarto dengan penuh
khidmat dan penuh haru, menandai akhir perjalanan seorang hakim yang dikenal
berdedikasi dan berintegritas.
Baca Juga: Ketua PT Surabaya: Junjung Tinggi Wibawa dan Martabat Pengadilan!
Dalam sambutannya Prof. H. Sunarto, menegaskan
prosesi wisuda purnabakti yang kita laksanakan sejatinya bukanlah seremoni
biasa, namun merupakan suatu upacara monumental, yang menjadi penanda suksesnya
seorang hakim dalam mencapai puncak keparipurnaan dalam pengabdiannya sebagai
juru adil.
“Setelah berpuluh tahun melakukan pergulatan
kemanusiaan dalam memutus dan mengadili perkara, wisuda purnabakti ini
merupakan kirab sakral, di mana kita melepas dengan hati yang suci dan muka
yang jernih, sebagai wujud ungkapan terima kasih atas pengabdian kepada bangsa
dan negara,” ujar Ketua MA.
Diakhir sambutannya, Prof. H. Sunarto, menyampaikan
bahwa rutinitas sebagai hakim untuk memeriksa dan memutus perkara bagi memang
telah berakhir, namun tugas kepada keluarga, masyarakat dan negara tidak akan
pernah berakhir.
“Oleh karena itu sebagai anggota korps hakim
dan Warga Peradilan, beliau harap agar tetap terjalin komunikasi dan tali
silaturahim dengan insan jajaran peradilan dan Mahkamah Agung,” tutu Ketua MA.
Berikut Riwayat Perjalanan Karir Charis
Mardiyanto:
Charis Mardiyanto, lahir di Lamongan pada
tanggal 21 Agustus 1958. Titik awal pengabdianya dimulai 1 Maret 1984 sebagai
CPNS dan Calon Hakim di PN Kebumen kemudian kariernya berlanjut dandilantik
menjadi hakim pertama di PN Bantaeng pada tanggal 14 April 1986.
Kemudian
25 Januari 1992 menjadi Hakim pada PN Lamongan kemudian menjadi Hakim
Bojonegoro pada tanggal 2 September 1997 perjalanan karirnya terus berjalan
hingga menjadi Wakil Ketua PN Magetan.
Pada
tahun 2001 kemudian pada tahun 2003 menjabat sebagai Ketua PN Magetan
selanjutnya pada tahun 2005 Ia di promosikan menjadi Ketua Pengadilan Negeri
Jember, pada tahun 2008 Ia menjabat sebagai Wakil Ketua PN Medan. Selanjutya Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua PN Jakarta
Selatan pada tanggal 31 Juli 2009.
Kariernya sebagai Hakim
Tinggi dimulai di PT Makasar pada tahun 2011, 2014 menjadi Hakim Tinggi PT Surabaya. Ia dipercaya mejadi Wakil Ketua PT
Manado pada tahun 2016 dan Wakil Ketua PT Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017.
Perjalanan kariernya
sebagai Ketua PT pada tahun 2019 dimulai di PT Tanjung Karang, kemudian menjadi
Ketua PT Banten pada tahun 2021 dan kemudian dilanjutkan menjadi Ketua
Pengadilan Jawa Tengah pada tahun 2022.
Puncak pengabdiannya
ditandai dengan penugasannya sebagai Ketua PT Surabaya yang sudah diemban sejak
3 Oktober 2024 hingga 1 September 2025. Selama berdinas di PT Surabaya, Ia terkenal
dengan julukan Bapak EIS karena beliau menorehkan prestasi yang luar biasa
dalam kinerja percepatan penyelesaian perkara di Wilayah Jawa Timur.
Baca Juga: Ketua PT Banten 'Sang Srikandi Pengadilan' Purnatugas
Purnabakti Charis Mardiyanto menjadi momen penghormatan bagi seorang hakim dan juga
pemimpin peradilan yang menutup pengabdiannya tanpa cela, meninggalkan jejak
prestasi dan integritas bagi generasi penerus. (EES/LDR)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI