Bandung, Jawa Barat - Pengadilan Negeri (PN) Bandung laksanakan Character Building untuk aparatur PN Bandung melalui beberapa kegiatan sosial keagamaan untuk pengembangan karakter yang melibatkan nilai-nilai, sikap, dan kepribadian seseorang. Pengalaman hidup, interaksi sosial, dan introspeksi diri paling tidak dapat menjadi salah satu jalan bagi seseorang untuk dapat membangun karakter yang kuat dan positif.
“Proses ini dimulai dengan kesadaran akan nilai-nilai yang penting seperti integritas, empati, kejujuran dan kerja keras serta memahami nilai-nilai keagamaan yang membantu aparatur dalam mengambil keputusan yang tepat dan bertindak sesuai dengan prinsip yang diyakini kebenarannya”, ungkap Humas PN Banding.
Salah satu kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di PN Bandung adalah pengajian Selasa pagi bagi umat Muslim yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Wakil Ketua, Para Hakim, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Staf dan Aparatur Pengadilan Negeri Bandung.
Baca Juga: Molimo, Falsafah Jawa Cara Wujudkan KEPPH yang Luhur
Acara pengajian rutin yang dilaksanakan pada Selasa (29/9/2026) dipandu oleh Kepala Bagian Umum Pengadilan Negeri Bandung Bapak Ahmad Halimuddin dilanjutkan dengan pemberian materi keagamaan tentang Ilmu Al-Quran dan Tafsir oleh Ustadz KH. Deden Syamsul Hidayat.
Ustadz Deden Syamsul Hidayat dalam memberikan materi tersebut menjelaskan hal-hal yang dianjurkan dalam Al-Quran diantaranya:
• Qawlan Ma'rufa (قَوْلًا مَعْرُوفًا): Perkataan yang baik, pantas, santun, serta sesuai dengan norma dan nilai yang berlakudi masyarakat. Ucapan ini tidak menyinggung perasaandan membawa kebaikan (maslahat).
• Qawlan Sadida (قَوْلًا سَدِيدًا): Perkataan yang benar, jujur, lurus, tegas, serta to the point tanpa berbelit-belit, baikdari segi isi maupun tata bahasanya.
• Qawlan Maysura (قَوْلًا مَيْسُورًا): Perkataan yang mudahdimengerti, gampang dipahami, ringan dicerna, dan seringdikaitkan dengan ungkapan harapan atau penolakan secarabaik.
• Qawlan Layyina (قَوْلًا لَيِّنًا): Perkataan yang diucapkandengan lemah lembut, ramah, dan santun sehingga mampumenyentuh hati pendengarnya.
• Qawlan Tsaqila (قَوْلًا ثَقِيلًا): Perkataan yang berbobot, berat, dan mendalam secara intelektual maupun spiritual, yang lahir dari kedekatan diri kepada Allah.
• Qawlan Baligha (قَوْلًا بَلِيغًا): Perkataan yang tepat sasaran, komunikatif, fasih, dan membekas secara mendalam pada jiwa orang yang mendengarnya
Baca Juga: Integrasi Reward & Punishment dengan Strategi Kindness: Jalan Etis Menuju Peradilan Agung
Kegiatan pengajian rutin selasa pagi yang diadakan oleh DKM Masjid Pengadilan Negeri Bandung meliputi beberapa materi keagamaan seperti Tafsir, ilmu Al-Qur’an, Ilmu Haditsdiroyah dan riwayah, ilmu Fiqih dan Aqidah Akhlak.
“Kegiatan tersebut bukan hanya dilaksanakan untuk keluarga besar PN Bandung namun juga terbuka untuk umum dan para pengunjung Pengadilan”, tutup Humas PN Bandung. (ih/zm/wi)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI