Cari Berita

Dandapala, Marinews & Suara BSDK Duduk Bareng, Langkah Bangun Ekosistem Media Peradilan

Tim Dandapala - Dandapala Contributor 2026-06-24 12:35:34
Dok. Ist

Kab. Bogor, Jawa Barat – Upaya memperkuat ekosistem media informasi di lingkungan Mahkamah Agung terus mendapatkan perhatian serius. Dalam kegiatan Workshop dan Koordinasi Media Sosial yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum di Megamendung, 24–26 Juni 2026, Direktur Pembinaan Teknis, Dr. Hasanudin, menegaskan pentingnya menyamakan persepsi dan membangun sinergi antarplatform media yang berkembang di lingkungan Mahkamah Agung.

Dalam sambutannya, Dr. Hasanudin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan forum pertama yang secara khusus mempertemukan pengelola berbagai media peradilan untuk membangun kesamaan visi dan arah pengembangan media informasi. Menurutnya, kehadiran DANDAPALA, Marinews, dan Suara BSDK merupakan modal penting yang harus dikelola secara bersama untuk mendukung keterbukaan informasi dan peningkatan citra lembaga peradilan.

Ia menekankan bahwa seluruh platform tersebut lahir dengan tujuan yang sama, yakni mendukung kemajuan media informasi di lingkungan Mahkamah Agung. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci agar setiap media dapat berkembang secara optimal tanpa kehilangan identitas maupun tujuan besarnya.

Baca Juga: Keadilan yang Dipahami: Jurnalisme Peradilan sebagai Judicial Outreach di Era Digital

Hasanudin juga mengapresiasi perkembangan berbagai media informasi yang kini mulai tumbuh dan menunjukkan eksistensinya. Kehadiran DANDAPALA, Marinews, dan Suara BSDK dinilai sebagai bukti bahwa semangat membangun komunikasi publik di lingkungan Mahkamah Agung semakin kuat dan mendapat dukungan dari berbagai unsur peradilan.

Selanjutnya, Dirbinganis Badilum menjelaskan media internal peradilan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga harus menjadi bagian dari ekosistem pengetahuan yang mendukung pembangunan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. 

Menurut Hasanudin, keterbukaan informasi publik menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pengetahuan di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

"Ketika Dandapala.com mulai dirancang, salah satu hal yang menjadi fokus bagaimana membangun keterbukaan informasi publik sekaligus membangun ekosistem pengetahuan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tugas media internal tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga sebagai media pengetahuan. "Tujuan kita satu, yaitu membangun Mahkamah Agung yang semakin dipercaya publik," katanya.

Hasanudin menegaskan bahwa media harus menjadi ruang berbagi pengetahuan dan gagasan. Karena itu, kritik yang konstruktif terhadap lembaga peradilan harus dipandang sebagai masukan untuk perbaikan, bukan sebagai ancaman.

"Kalau ada tulisan yang mengkritik Badilum, kita harus menerimanya sebagai bagian dari proses perbaikan," ujarnya.

Ia juga mendorong para hakim, tenaga teknis, dan aparatur peradilan untuk aktif menulis dan membagikan pengetahuan yang dimiliki. Menurutnya, karya tulis tidak harus dipublikasikan melalui Dandapala.com, tetapi juga dapat disalurkan melalui berbagai media lainnya selama memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik peradilan.

"Menulis juga memiliki nilai penting bagi pengembangan kompetensi tenaga teknis karena menjadi nilai tersensdiri dalam rapor tenaga teknis. Selain itu, menulis tidak harus di Dandapala, di media lain lain juga diperbolehkan" ungkap Hasanudin.

Melalui penguatan budaya menulis dan pengelolaan media yang profesional, Hasanudin berharap media internal peradilan dapat semakin berkontribusi dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Baca Juga: BSDK MA-RI Usung Tema “BSDK Bisa Kelas Dunia” dalam Pameran Kampung Hukum 2025

Dengan keberlanjutan program tersebut, media peradilan diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi yang efektif antara lembaga peradilan dan masyarakat, sekaligus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Menutup sambutannya, Hasanudin berharap workshop ini tidak berhenti sebagai kegiatan perdana semata. Ia menginginkan adanya program-program lanjutan yang mampu memperkuat kompetensi pengelola media, memperluas jejaring kerja sama, serta menghasilkan produk jurnalistik dan informasi publik yang semakin profesional. (fu/ayt/zm/ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…