Cari Berita

Gempa Susulan Guncang PN Labuan Bajo, ASN Terluka dan Sidang Dialihkan

Intan Hendrawati - Dandapala Contributor 2026-08-18 18:00:10
Dok. PN Labuan Bajo

Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, NTT - Selasa (18/8/2026) merupakan hari pertama PN Labuan Bajo beraktivitas kembali usai gempa 7.7 Magnitudo yang mengguncang Flores dan menimbulkan tsunami kecil di Labuan Bajo. Para pimpinan, hakim, dan pegawai tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. 

Setelah 2.119 gempa susulan di Flores, tepat Pukul 10.42 WITA, gempa susulan 4.9 Magnitudo yang mengguncang Labuan Bajo memakan korban ASN Labuan Bajo yang sedang bertugas.  

“Sebelum persidangan dilaksanakan kami masih beraktifitas di dalam gedung kantor PN Labuan Bajo. Pasca gempa 7.7 Magnitudo Sabtu lalu, gedung PN Labuan Bajo mengalami beberapa kerusakan terutama di lantai 2. Seluruh ruangan hakim dan pegawai tersebut berada di lantai 2 yang menjadi aktivitas utama”, tutur Mario Adolfino, Sekretaris PN Labuan Bajo.

Baca Juga: Gempa Mengguncang, Merah Putih Tetap Berkibar di PN Labuan Bajo

Ketika gempa susulan 4.9 Magnitudo tersebut terjadi, para hakim bersiap untuk bersidang dan pegawai tengah bekerja. Getaran yang sangat kuat tersebut membuat para hakim dan pegawai berlari ke luar gedung untuk menyelamatkan diri.

“Ketika berlari, Bapak Kasubbag Umum dan Keuangan PN Labuan Bajo, Angga Mauritz Solo terjatuh dan menyebabkan kepalanya mengalami luka terbuka. Angga segera dilarikan ke IGD Puskesmas Batu Cermin, Labuan Bajo dan menerima 13 jahitan akibat luka tersebut”, lanjut Mario Adolfino.

Usai insiden tersebut, Isdaryanto selaku Ketua PN Labuan Bajo sigap mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas di lantai 2 gedung PN Labuan Bajo. Ketua dan Wakil segera mengumpulkan para hakim dan pegawai untuk membentuk kebijakan tanggap darurat gempa.  

“Beberapa pegawai dipindahkan aktivitasnya ke halaman belakang gedung PN Labuan Bajo. Sedangkan untuk ruang sidang dialihkan ke gazebo di samping kantor. PTSP tetap memberikan layanan di dalam gedung namun telah disiapkan helm APAR supaya ketika terjadi gempa para petugas dapat langsung berlari dan tidak terkena reruntuhan," tambah Mario Adolfino.

Baca Juga: Diguncang Gempa 7,7 Magnitudo, Begini Kondisi Sejumlah Pengadilan di Flores NTT

Ruangan sidang disiapkan ketika suasana sudah jauh lebih kondusif. Persidangan perdana di luar gedung tersebut kemudian dilaksanakan pukul 14.30 WITA.

“Keadaan gempa tersebut pasti membuat kita selalu bekerja dalam keadaan cemas. Oleh sebab itu mitigasi resiko harus dilaksanakan semaksimal mungkin”, tutur Isdaryanto ketika memimpin rapat tanggap darurat gempa. (zm/wi) 

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…