Martapura, Kalsel- Suasana berbeda tampak di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Martapura pada peringatan Hari Kartini tahun ini. Tidak hanya menjadi momen refleksi atas perjuangan emansipasi wanita, peringatan tersebut juga dihidupkan melalui sentuhan budaya lokal yang kental di tengah aktivitas peradilan.
Sejak pagi hari (21/4), para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Hakim perempuan tampil anggun mengenakan kebaya dengan beragam motif dan warna, mencerminkan keindahan serta kekuatan identitas perempuan Indonesia. Sementara itu, para ASN dan Hakim laki-laki mengenakan pakaian adat Banjar, lengkap dengan topi lawung dan selendang khas, yang menambah kesan khidmat sekaligus kearifan lokal.
Ketua PN Martapura, A.F. Sosilo Dewantoro dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kesetaraan, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas peradilan. “Kartini mengajarkan kita tentang keberanian berpikir maju dan memperjuangkan keadilan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat lembaga peradilan dalam memberikan pelayanan hukum yang adil dan tidak diskriminatif,” ujarnya.
Baca Juga: Partisipasi PN Martapura di Kegiatan Haul Abah Guru Sekumpul
Kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi budaya di tengah tuntutan kerja yang sarat tanggung jawab. Dengan tetap menjalankan agenda persidangan seperti biasa, nuansa kebaya dan pakaian adat tidak mengurangi profesionalitas, justru memperkuat citra peradilan sebagai institusi yang menghargai keberagaman dan kearifan lokal.
Baca Juga: Kenalkan! Kartini-Kartini Tulang Punggung Benteng Keadilan PN Kayuagung
Penggunaan kebaya oleh aparatur perempuan tidak hanya melambangkan penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga menjadi simbol eksistensi perempuan dalam dunia hukum yang semakin inklusif. Di sisi lain, partisipasi pegawai laki-laki dalam mengenakan pakaian adat Banjar menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus solidaritas dalam memaknai hari bersejarah ini.
Momentum Hari Kartini di PN Martapura tahun ini menghadirkan pesan penting bahwa keadilan tidak hanya ditegakkan melalui putusan, tetapi juga melalui sikap, nilai, dan penghargaan terhadap identitas bangsa. Dalam balutan kebaya dan busana adat, semangat emansipasi dan budaya berpadu harmonis, mencerminkan wajah peradilan yang humanis, berintegritas, dan berakar pada nilai-nilai luhur Indonesia. (say/zm/wi)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI