Gianyar, Bali – Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI, H. Bambang Myanto, menyoroti pentingnya menjaga integritas dan moralitas bagi para hakim, terutama setelah adanya peningkatan kesejahteraan hakim yang telah direalisasikan.
Hal tersebut disampaikan dalam pembinaan di Pengadilan Negeri Gianyar pada Selasa (31/3). Dalam arahannya, Dirjen Badilum menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan hakim harus disyukuri dan dijadikan sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik dan menjaga integritas.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan bagi kepaniteraan dan kesekretariatan masih berproses dan sedang terus diupayakan oleh pimpinan Mahkamah Agung, sehingga seluruh aparatur pengadilan diminta untuk bersabar dan tetap bekerja dengan baik.
Baca Juga: Praperadilan Ni Luh Panca Tresnawati Ditolak, Kasus Skimming EDC Dilanjutkan
Dirjen Badilum mengingatkan agar tidak ada rasa iri hati di dalam satu satuan kerja. Menurutnya, perbandingan penghasilan antar jabatan bukanlah hal yang sehat dan dapat merusak kekompakan dalam satuan kerja.
Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat pertama kali menjadi hakim dengan gaji yang sangat kecil dan biaya perjalanan yang jauh lebih mahal dibandingkan penghasilannya saat itu.
"Saya dulu jadi Hakim pertama gaji 125 ribu, terbang ke Jakarta tiket 900 ribu, tapi sekarang tiket ke Jakarta 1,3 juta, pak panitera dengan gaji sekarang bisa 10x terbang ke Jakarta. Jadi tidak bisa dibanding-bandingkan", ungkapnya. Oleh karena itu, ia meminta seluruh aparatur pengadilan untuk bersyukur atas penghasilan yang diterima saat ini.
Dirjen Badilum juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan hakim memiliki konsekuensi lain, yaitu tuntutan untuk menjaga integritas dan moralitas. Ia mengingatkan bahwa integritas tidak hanya soal uang dan pekerjaan, tetapi juga menyangkut perilaku dan kehidupan pribadi.
Baca Juga: We Care We Share dari PN Gianyar, Mulai Baksos Hingga Bukber Panti Asuhan
Ia menegaskan bahwa perilaku hakim akan selalu menjadi perhatian dan pengawasan, sehingga hakim harus menjaga sikap, pergaulan, dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari. "Soal uang memang tidak main perkara, pekerjaannya beres tapi kalau ada yang suka karaoke ditemani perempuan, pasti akan diketahui MA", tuturnya mengingatkan.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh aparatur pengadilan untuk bekerja dengan integritas, menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas diri, serta bersyukur atas kesejahteraan yang telah diterima, demi menjaga marwah dan kehormatan lembaga peradilan. IKAW/LDR
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI