Jakarta. Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia menjadi momentum bagi jajaran pimpinan lembaga negara, kementerian, dan institusi penegak hukum untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi kemajuan dunia peradilan Indonesia.
Memasuki usia ke-81, Mahkamah Agung mengusung tema “Peradilan Luhur, Indonesia Makmur”. Tema tersebut menegaskan keterkaitan antara keluhuran lembaga peradilan dengan cita-cita mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat.
Ucapan dan doa bagi Mahkamah Agung datang dari berbagai pimpinan lembaga negara. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun, Ketua Komisi Yudisial, serta pimpinan kementerian dan lembaga penegak hukum lainnya.
Baca Juga: Seluk Beluk Pengambilan Sumpah Novum Perkara PK Perdata, Haruskah Disidangkan?
Puan Maharani diketahui masih menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2024–2029. Dalam berbagai kesempatan, ia juga menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kehidupan kebangsaan dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Dari lingkungan kekuasaan kehakiman, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo juga menjadi bagian dari jajaran pimpinan lembaga negara yang memiliki perhatian terhadap penguatan peradilan. Suhartoyo saat ini menjabat sebagai Ketua MK untuk periode 2023–2028.
Ucapan juga datang dari Ketua BPK Isma Yatun. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pemeriksaan terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, BPK memiliki posisi penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dari sektor penegakan hukum, Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin turut menjadi salah satu figur penting yang memberikan perhatian terhadap momentum HUT ke-81 Mahkamah Agung. Burhanuddin saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung RI dan sepanjang 2026 terus menekankan profesionalisme serta penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan.
Harapan yang sama juga datang dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Kementerian Hukum pada 2026 terus mendorong penguatan kepastian hukum, pelayanan hukum, serta reformasi birokrasi. Hal tersebut sejalan dengan cita-cita membangun sistem hukum nasional yang memberikan kepastian dan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
Dari Komisi Yudisial, pesan mengenai pentingnya integritas juga memiliki relevansi kuat dengan peringatan HUT Mahkamah Agung. KY memiliki mandat untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim. Penguatan integritas hakim menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Rangkaian ucapan tersebut pada pokoknya membawa pesan yang sama: Mahkamah Agung diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan putusan peradilan, memperkuat integritas aparatur, menjaga independensi hakim, serta menghadirkan keadilan yang semakin dipercaya masyarakat.
Baca Juga: PN Pontianak Bangun Sportivitas dan Integritas Lewat Lomba HUT RI Ke-81
Usia 81 tahun bukan sekadar penanda perjalanan panjang Mahkamah Agung, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen terhadap pembaruan peradilan.
Peradilan yang luhur tidak hanya ditentukan oleh kualitas putusan, tetapi juga oleh integritas seluruh aparatur yang menjalankan fungsi peradilan. Karena itu, dukungan dan harapan dari berbagai lembaga negara menjadi energi bagi Mahkamah Agung untuk terus melakukan pembenahan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI