Gresik, Jawa Timur – Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Gresik Kelas IA seketika menjelma menjadi panggung mini Nusantara. Beragam busana adat dari berbagai penjuru Indonesia tampil dalam lomba busana adat yang digelar untuk menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jumat (21/8/2026).
Pimpinan, hakim, panitera, panitera muda, panitera pengganti, juru sita, hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) PN Gresik tampil mengenakan busana adat pilihannya. Kebaya Nasional, Bundo Kanduang, busana Simalungun dan Batak Toba, Jawa, Melayu Siak, Bugis-Makassar, Nusa Tenggara Timur, Bali, hingga Dayak turut mewarnai peragaan busana.
Kemerihaan semakin terasa ketika sejumlah aparatur peradilan tampil mengenakan busana perang Minahasa dan ragam busana adat Minahasa lainnya. Tepuk tangan dan gelak tawa pun pecah saat para peserta berlenggak-lenggok memperagakan busana yang dikenakan.
Baca Juga: Memupuk Integritas Melalui Tulisan, PN Gresik Luncurkan Jurnal Hukum Grisse Court
Ketua PN Gresik Achmad Rifai, mengatakan keberagaman busana yang ditampilkan bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kekayaan budaya sekaligus cerminan semangat persatuan.
“Beragamnya busana adat yang kita tampilkan hari ini menggambarkan betapa kayanya budaya Nusantara. Meskipun berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, kita tetap berada dalam satu keluarga besar, satu institusi, dan satu semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Achmad Rifai.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan saling menghargai tersebut penting untuk terus dirawat dalam menjalankan tugas sebagai insan peradilan.
Tak hanya lomba busana adat, rangkaian perayaan HUT RI dan Mahkamah Agung di PN Gresik juga diramaikan berbagai pertandingan olahraga dan permainan. Catur, biliar, tenis meja, dan badminton menjadi sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.
Sementara itu, aneka permainan tradisional dan rekreatif turut mengundang keceriaan, mulai dari pentol kasti, bola kaku, gaple, lomba peres air, estafet tepung, voli buta, mancing kerupuk, hingga joget balon.
Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana akrab, penuh sportivitas, dan sesekali diselingi gelak tawa. Bagi keluarga besar PN Gresik, perlombaan bukan sekadar ajang memperebutkan juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Baca Juga: PHI PN Gresik Jadi Laboratorium Akademik Mahasiswa Hukum dari Tiga Kampus
Semarak peringatan HUT ke-81 RI dan Mahkamah Agung di PN Gresik menjadi gambaran bahwa semangat kebhinekaan dapat tumbuh dan dirawat di lingkungan peradilan. Perbedaan budaya justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan solidaritas.
Di balik tugas menegakkan hukum dan keadilan, insan peradilan tetap merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang hidup dalam keberagaman. Semangat persatuan, sportivitas, dan saling menghargai yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi positif dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. (al)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI