Jakarta — Pameran Kampung Hukum 2026 yang digelar Mahkamah Agung Republik Indonesia, Senin, 9 Februari 2026, tidak hanya menjadi ruang edukasi hukum bagi publik, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi pedagang kaki lima di sekitar lokasi acara. Ramainya pengunjung sejak pembukaan pukul 09.00 WIB membuat omzet para PKL meningkat signifikan dibanding hari biasa, meski cuaca Ibu Kota diguyur hujan sejak pagi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mahkamah Agung RI, meliputi Parkir Barat, Halaman Gedung, dan Balairung MA RI ini merupakan rangkaian penyampaian Laporan Tahunan Kinerja 2025. Mengusung tema “Pengadilan Terpercaya Rakyat Sejahtera”, pameran menampilkan inovasi pelayanan hukum dari Mahkamah Agung dan empat lingkungan peradilan, dengan penekanan pada integritas, transparansi, dan pemanfaatan teknologi peradilan berbasis elektronik.
Acara dihadiri Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Sunarto, Wakil Ketua MA bidang Yudisial dan Non Yudisial, para Hakim Agung, Hakim Ad Hoc, pejabat Eselon I, serta Menteri HAM Natalius Pigai. Turut hadir para Ketua Pengadilan tingkat banding dan pertama dari seluruh Indonesia, serta perwakilan instansi dan lembaga negara peserta pameran.
Baca Juga: Sekretaris MA: Kampung Hukum, Ruang Edukasi dan Partisipasi serta Penguatan Pemberantasan Korupsi
Rangkaian pembukaan diawali oleh seremoni resmi, mulai dari lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Mahkamah Agung, pertunjukan dramatari kolosal, doa, hingga penampilan angklung oleh Dharmayukti di bawah pimpinan Ibu Titik Sunarto. Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan Sekretaris Mahkamah Agung RI, Sugiyanto, selaku ketua panitia.
Dalam laporannya, Sugiyanto menyampaikan salam hormat kepada pimpinan Mahkamah Agung, para undangan, dan seluruh warga peradilan. Ia menegaskan bahwa tema kegiatan mencerminkan komitmen membangun sistem peradilan yang responsif. “Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi, edukasi, serta layanan produk hukum kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana sosialisasi kebijakan Mahkamah Agung,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pameran diikuti 16 instansi, antara lain MPR, DPR, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Polri, Kementerian Hukum, Kementerian HAM, BPK, KPK, BNN, LPSK, serta unsur internal Mahkamah Agung dan organisasi profesi. Selain pameran, kegiatan diisi diskusi dan dialog interaktif bersama narasumber kompeten.
Menutup laporannya, Sugiyanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara, sekaligus memohon Ketua Mahkamah Agung membuka kegiatan secara resmi.
Ketua MA Prof. Sunarto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh partisipan. Ia berharap pameran memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini menegaskan pengadilan sebagai pelayanan hukum publik, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sejalan dengan tema kita, Pengadilan Terpercaya, Rakyat Sejahtera,” katanya sebelum secara resmi membuka pameran dengan pemukulan gong.
Di luar agenda seremonial, geliat ekonomi tampak di sekitar lokasi. Mbok Sabi, pedagang ketoprak dan lontong sayur, mengaku bersyukur dagangannya laris. “Alhamdulillah, omzet hari ini naik dibanding biasanya. Padahal hujan sejak subuh, tapi pengunjung tetap ramai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kang Dayat, pedagang kopi keliling. Ia sengaja berpindah mangkal dari Stasiun Gambir ke depan Gedung Mahkamah Agung setelah mengetahui adanya pameran. “Pengunjung banyak, sopir tamu undangan dan ojek juga ramai. Dagangan jadi cepat habis,” katanya.
Baca Juga: Pembinaan Dirjen Badilum: Kurangi Seremoni, Sesuaikan Anggaran yang Ada
Meski merasakan berkah ekonomi, keduanya menyimpan harapan lebih besar. Mereka berharap pemerintah dan lembaga peradilan memberi perhatian pada keadilan bagi rakyat kecil. Dayat menegaskan agar hukum tidak tajam ke bawah. Ia juga meminta oknum aparat peradilan yang korup dihukum berat.
Lonjakan aktivitas ekonomi di sekitar pameran menunjukkan bahwa kegiatan institusi negara dapat memberi efek langsung bagi masyarakat. Kampung Hukum 2026 tidak hanya menjadi etalase inovasi peradilan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial ekonomi yang dirasakan hingga lapisan paling bawah. (zm/wi)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI