Banyuasin - Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengamatan (Wasmat) pada Senin (06/04/2026) di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Banyuasin.
Pelaksanaan Wasmat kali ini merupakan yang pertama di PN Pangkalan Balai sejak berlakunya KUHAP baru. “Tujuan Wasmat adalah untuk memperoleh kepastian terkait pelaksanaan putusan pengadilan,” ucap Hakim PN Pangkalan Balai, Rachmat Habibi.
Ia menambahkan perbedaan pelaksanaan wasmat di KUHAP baru juga terlihat pada jumlah hakim yang melaksanakannya. “Kalau dulu satu, sekarang paling sedikit tiga, makanya saya didampingi hakim Norma Oktaria dan Ronal Roges Simorangkir,” jelasnya.
Baca Juga: Jalankan Wasmat, PN Sibolga Blusukan Pastikan Pelaksanaan Putusan Pidana
Dalam kegiatannya, Hakim Wasmat mengadakan pengamatan untuk bahan penelitian yang bertujuan memberikan sumbangsih berupa pemikiran atau kegiatan yang memberikan kontribusi positif pada proses pemidanaan dan pemasyarakatan di Indonesia.
“Kami melakukan wawancara kepada enam orang Narapidana yang dipilih secara acak," ungkap Norma Oktaria.
Ia menjelaskan Narapidana yang terpilih tidak hanya berasal dari PN Pangkalan Balai, namun juga dari PN Palembang. “Karena Narapidana Lapas Narkotika Banyuasin juga merupakan tempat pelaksanaan putusan PN Palembang”, ujarnya.
Kegiatan wawancara berlangsung dinamis, para Narapidana menyampaikan secara terbuka terkait proses pemayarakatan yang berlangsung di Lapas, mulai dari kondisi tempat tidur, makanan, kegiatan pengembangan keterampilan dan sikap atau perlakuan Aparat Lapas.
“Kami diperlakukan manusiawi, diberikan pelatihan, juga dapat melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing,” ucap salah seorang Narapidana saat wawancara.
Pada kunjungannya, Hakim Wasmat juga meninjau sejumlah fasilitas dan prasarana yang tersedia di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. “Relatif bersih meskipun ke depannya harus dilakukan sejumlah perbaikan,” kata Ronal Roges Simorangkir.
Tim Wasmat PN Pangkalan Balai juga berkesempatan melihat perkebunan melon dan peternakan ikan yang merupakan hasil binaan Narapidana setempat.
“Semoga ketrampilan yang didapatkan akan menjadi bekal bagi Narapidana menjalani kehidupan yang lebih baik,” harap Rachmat Habibi.
Baca Juga: Memahami Esensi Pidana Narkotika Dalam Kacamata Teleologis
Secara umum Tim Wasmat PN Pangkalan Balai melihat masih banyak perbaikan yang harus dilakukan khususnya terkait rasio jumlah Narapidana dengan kapasitas kamar.
“Sebuah fakta jika hampir seluruh daya tampung Lapas di Indonesia sudah melebihi daya kapasitas ideal”, pungkas Rachmat Habibi mengakhiri wawancaranya. (al/zm/fac)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI