Gresik – Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Jawa Timur, menggelar kegiatan pengajian dan pembacaan Surat Yasin bersama pada Kamis (07/05/2026), bertempat di Mushola Ainul Yaqiin PN Gresik.
“Setiap Kamis pagi, sebelum memulai hiruk-pikuk persidangan dan pelayanan publik, seluruh jajaran aparatur berkumpul untuk melaksanakan pengajian dan pembacaan Surat Yasin bersama”, ucap Ketua PN Gresik, Achmad Rifai.
Ia menambahkan kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi PN Gresik dalam membangun karakter aparatur sipil negara yang berintegritas. “Bukan agenda seremonial belaka tetapi menjadi fondasi kultural yang bertujuan menyeimbangkan profesionalitas hukum dengan ketenangan batin”, terangnya.
Baca Juga: Memupuk Integritas Melalui Tulisan, PN Gresik Luncurkan Jurnal Hukum Grisse Court
Kegiatan pengajian yang digelar setiap kamis ini berlangsung dengan suasana khidmat. Agenda rutin ini dipandang sebagai instrumen vital dalam mengimplementasikan nilai-nilai utama Mahkamah Agung RI, khususnya kemandirian, integritas, dan kejujuran.
Di kesempatan yang sama, Kasubag Umum dan Keuangan PN Gresik, Lazuardhi Zein Endrinata, menekankan pentingnya korelasi antara spiritualitas dan etika kerja. Menurutnya, aparatur peradilan yang memiliki kedekatan spiritual cenderung lebih kokoh dalam menjaga marwah pengadilan.
Ia menjelaskan pengajian rutin ini adalah pengingat harian bagi kita semua. Integritas bukan sekadar slogan, melainkan sesuatu yang dimulai dari hati yang bersih. “Dengan hati yang tenang dan dekat dengan Tuhan, kita akan selalu diingatkan untuk jujur dalam bertindak, bersih dalam melayani, dan memiliki keberanian moral untuk menolak segala bentuk penyimpangan,” tegas Zein.
Momentum pengajian kali ini juga diwarnai dengan doa bersama bagi Ketua PN Gresik, Achmad Rifai, yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tanggal 9 Mei 2026. “Semoga diberikan kesehatan, kelancaran, serta menjadi haji yang mabrur”, ujar Wakil Ketua PN Gresik, Heriyanti.
Baca Juga: Tradisi Akademik di Peradilan, PN Gresik Luncurkan Jurnal Grissee Court Edisi April 2026
Tradisi spiritual yang telah dibangun selama delapan bulan terakhir ini diharapkan terus menjadi "benteng" bagi seluruh warga pengadilan dalam menjalankan tugas memberikan keadilan yang berwibawa bagi masyarakat Gresik.
“Melalui penguatan mentalitas yang dilakukan secara rutin setiap pekan, PN Gresik berupaya memastikan bahwa setiap putusan dan layanan yang keluar dari pintu pengadilan didasari atas rasa tanggung jawab, tidak hanya kepada hukum positif dan manusia, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa”, pungkas Achmad Rifai. (al)
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI