Cari Berita

MA Goes to Campus 2026: MA Hadir di Kampus, Bawa Pesan Integritas & Inovasi Digital

Nadia Y. Adila - Dandapala Contributor 2026-06-25 15:15:46
Dok. MA

Yogyakarta -  Lima ratus (500)  mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta memadati aula Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga pada Kamis, 25 Juni 2026. Mereka hadir dalam program MA Goes to Campus 2026  agenda tahunan Mahkamah Agung (MA) yang kembali menjembatani dunia peradilan dengan dunia akademik.

Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini menghadirkan dialog terbuka antara pejabat tinggi lembaga peradilan dan mahasiswa membahas transformasi digital, peluang karier, hingga nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh generasi penerus hukum Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Kamis (25/6) tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Edisi Perdana Badilum Goes to Campus di Univ Jember

Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Mahkamah Agung, Dewi Indriyani, S.Si., M.Si. membuka acara dengan menyampaikan laporan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa MA Goes to Campus telah konsisten dijalankan sejak tahun 2021 sebagai ruang komunikasi antara dunia peradilan dan dunia kampus. "Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah dialog yang produktif antara teori yang berkembang di kampus dan praktik yang dijalankan di lingkungan peradilan," ujar Dewi. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Urusan Administrasi MA, Dr. H. Sobandi, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta  Prof. Dr. H. Herri Swantoro, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Agama  (PTA) Yogyakarta, Drs. H. Achmad Hanifah, M.HES., serta para pimpinan pengadilan dan pejabat dari lingkungan Mahkamah Agung. 

Dari kalangan akademisi hadir Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag., serta pimpinan fakultas hukum dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.

Sorotan utama datang dari Dr. Andi Julia Cakrawala, S.T., S.H., M.T., M.H., Kepala Biro Hukum dan Humas MA, yang memaparkan wajah baru Mahkamah Agung di era digital. Ia menegaskan bahwa MA kini bukan lagi lembaga yang jauh dan kaku  melainkan institusi yang aktif berinovasi demi kemudahan akses masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai peran Mahkamah Agung, memperkenalkan berbagai transformasi yang sedang dilakukan, sekaligus menyerap gagasan dan perspektif mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan hukum nasional,” ujarnya.

Beberapa inovasi unggulan yang diperkenalkan kepada mahasiswa antara lain : (1) e-Court: Pendaftaran perkara secara daring tanpa perlu hadir langsung ke pengadilan, memangkas birokrasi dan menghemat waktu masyarakat. (2) e-Berpadu: Aplikasi yang mengintegrasikan administrasi perkara pidana lintas instansi penegak hukum secara terpadu dan real-time. (3) Smart Majelis: Sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk penentuan majelis hakim secara objektif, mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, dan beban kerja dan (4) Court Live Streaming: Siaran langsung pembacaan amar putusan sebagai wujud nyata transparansi lembaga peradilan kepada publik.

“Transformasi digital yang kami lakukan bertujuan menghadirkan layanan peradilan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terjangkau bagi masyarakat. Saat ini masyarakat dapat mengakses berbagai layanan peradilan secara elektronik dari mana saja,” jelasnya di hadapan 500 mahasiswa“. Tegas Andi Julia Cakrawala.

Di hadapan para mahasiswa, Kepala Biro Hukum dan Humas MA menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Pertama, pentingnya penguasaan teknologi informasi. Kedua, kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Ketiga, menjaga integritas dan akhlak dalam setiap langkah kehidupan. “Hari ini hampir seluruh pekerjaan di Mahkamah Agung berbasis teknologi. Karena itu, mahasiswa harus menguasai teknologi informasi agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” imbuh Andi.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PN Cirebon tersebut melanjutkan, kemampuan bahasa asing akan membuka banyak peluang pengembangan diri, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa dan melanjutkan studi ke luar negeri. Namun demikian, menurutnya, bekal terpenting yang harus dimiliki generasi muda adalah integritas. “Ilmu setinggi apa pun dan jabatan setinggi apa pun tidak akan berarti tanpa integritas. Karena itu, jagalah akhlak dan integritas sebagai fondasi utama dalam membangun karier dan kehidupan,” tegasnya.

Baca Juga: Monev: Kunci Pengendalian Inovasi Peradilan yang Mandek

Lebih lanjut, Andi menegaskan, MA tidak hanya membutuhkan hakim, tetapi juga sumber daya manusia dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. “Mahkamah Agung membutuhkan banyak profesi, tidak hanya hakim. Kami juga membutuhkan tenaga humas, fotografer, pembuat konten, dan berbagai profesi lain yang mampu mendukung pelayanan publik yang semakin modern,” ungkap pria kelahiran Takalar itu.

Kegiatan MA Goes to Campus 2026 turut menghadirkan narasumber dari lingkungan peradilan, di antaranya Ketua PT Yogyakarta, Prof. Dr. H. Herri Swantoro, S.H., M.H., serta Wakil Ketua PN Pandeglang, Irwan Rosady, S.H., M.H.  Selanjutnya, diskusi dipandu oleh Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas MA, Adji Prakoso, S.H., M.H., yang mengajak mahasiswa berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi. (bwp/zm/ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…