Kupang, NTT - Kupang dengan slogan Kota
Kasih dan mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Khatolik, demikian pula
halnya dengan mayoritas pegawai di PN Kupang. Oleh karena itu, dibangunlah
Gereja Oikumene Pengayoman dan Gereja ini mungkin satu-satunya yang berdiri di
Pengadilan di seluruh Indonesia. Pembangunan Gereja Oikumene digagas oleh Bp. Umbu Jama, S.H. – Ketua PN Kupang waktu itu yang kemudian diresmikan oleh
Gubernur Nusa Tenggara Timur pada tanggal 11 Februari 1998.
Dalam perjalananannya sesuai hasil kesepakatan semua warga PN
Kupang yang beragama Kristen dan
Khatolik yang tergabung dalam KRISMA
(Keluarga Kristen-Khatolik Mahkamah Agung), sepakat mengadakan Ibadah Oikumene
seminggu sekali di hari Rabu pagi yang terus berjalan hingga saat ini. Pada
event-event tertentu kami mengadakan Ibadah gabungan dengan Krisma Pengadilan
Tinggi Kupang maupun Krisma Pusat, termasuk ketika Perayaan Natal yang tiap
tahun dilaksanakan secara bersama oleh semua Pengadilan Negeri se-wilayah Nusa
Tenggara Timur. Krisma PN Kupang juga
mengikuti kegiatan Ibadah bersama secara daring yang dilaksanakan oleh KRISMA
Mahkamah Agung. Krisma Pengadilan Negeri Kupang saat ini diketuai oleh Ibu
Sisera SemidaNaomi Nenoh Ayfeto, S.H.
Ibadah Padang Perayaan Paskah 2026
Baca Juga: Makna Kebangkitan Kristus bagi Insan Pengadilan
Momen Perayaan Paskah tahun ini, Ibu Lisbeth Adelina, S.H. terpilih sebagai
Ketua Panitia. Bersama dengan tim panitia kami mengadakan kegiatan Ibadah
Padang (Ibadah diluar Gedung Gereja) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal
25 April 2025 di Aula Pantai Lasiana Kupang yang diikuti oleh para Hakim dan
semua staf beserta keluarga dilingkungan Pengadilan Negeri Kupang. Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka membangun iman
dan kebersamaan bagi warga Pengadilan. 

Tema Paskah PGI; Bangkit bersama
Kristus, memulihkan bangsa dalam kasih dan pengharapan. Sub Tema : Persekutuan
Oikumene KRISMA PN Kupang bangkit menuju manusia yang bermartabat. Ibadah
Padang dilayani oleh Romo Yakobus Longga,Pr.
Beliau bertugas di Paroki Sikumana – Kupang.
Disela khotbahnya, beliau sempat menyentil dalam bahasa kelakarnya, bahwa sepertinya kami kurang refreshing dan hal tersebut dibenarkan oleh Ibu Ketua Persekutuan Oikumene bahwa beban kerja yang sangat padat dengan keterbatasan tenaga yang ada membuat semua dalam kondisi under pressure, tapi walaupun begitu hal tersebut tidak menyurutkan kami untuk tetap professional. Hal itu pulalah yang melahirkan ide untuk mengadakan Ibadah Padang dengan melibatkan keluarga, sehingga dapat terwujud kebersamaan tanpa meninggalkan keluarga serta menumbuhkan iman.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI