Cari Berita

Percepat Implementasi Manajemen Talenta: PN Karawang Jadi Pilot Project Aplikasi Mata360

Andi Ramdhan - Dandapala Contributor 2026-04-02 13:10:30
Dok. Badilum

Karawang – Dengan ditetapkannya Pengadilan Negeri (PN) Karawang sebagai tempat uji coba penerapan aplikasi Mata360 oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum). Ditjen Badilum menyelenggarakan sosialisasi Aplikasi Manajemen Talenta di PN Karawang, Kamis (02/04). Ditengah kebijakan efisiensi, kegiatan Uji Coba diselenggarakan secara hybrid, sebagian Tim Badilum berada di Ditjen Badilum melalui sambungan zoom.

“Penerapan penilaian 360, merupakan upaya percepatan penilaian manajemen talenta untuk pemetaan kinerja dan potensi aparatur peradilan sebagai himpunan data dan informasi yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Rapor Hakim dan Tenaga Teknis sebagai bahan promosi dan mutasi”, jelas Hasanuddin.

Materi sosialiasi Mata360 dipaparkan oleh Tim Badilum, Retzy Lewu. Ia memaparkan instrumen evaluasi kinerja Hakim dan Tenaga Teknis. Sistem ini dirancang untuk memberikan gambaran holistik mengenai perilaku, kompetensi, dan efektivitas kerja aparatur peradilan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.

Baca Juga: The Compendium of Good Practices in Adjudicating Trafficking in Persons (TIP) Cases in ASEAN

Penilaian 360 dilakukan setiap tahun dengan melibatkan atasan langsung, rekan sejawat, dan bawahan langsung sebagai responden, yang akan dilaksanakan setiap tahun agar kinerja aparatur tetap terpantau dan dapat segera diperbaiki berdasarkan masukan yang diberikan, sehingga kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat terus meningkat.

“Proses nantinya menggunakan kuesioner daring yang dikirim melalui WhatsApp blast, dengan identitas responden dijamin kerahasiaannya. Tujuannya adalah memberikan masukan objektif dari responden”, urai Retzy.

Aplikasi ini menawarkan tiga fitur utama, yaitu Penilaian Terintegrasi: sinkronisasi data otomatis antar satuan kerja tingkat wilayah dan pusat. Pemetaan dengan Satu Klik: memudahkan pemetaan jabatan di seluruh yurisdiksi. Manajemen Zonasi: pengelompokan data berdasarkan wilayah untuk monitoring lokal yang lebih efektif.

Nantinya diperlukan peran dan tanggung jawab dari Admin Badilum untuk menentukan target jabatan, mengatur jadwal, mengirimkan kuesioner, serta mengelola dan melaporkan hasil. Selain itu Admin Satker akan mengisi jabatan kosong sesuai kebutuhan. Serta nantinya Hakim dan Tenaga Teknis akan mengisi kuesioner secara objektif berdasarkan link yang diterima.

Proses ini dijalankan dengan alur yang jelas, mulai dari penentuan subjek dan responden oleh Admin Badilum, aktivasi akun, pengiriman kuesioner, pengisian oleh Hakim/Tenaga Teknis, hingga penguncian dan pengolahan hasil penilaian yang akhirnya dimasukkan ke dalam aplikasi yang tengah dikembangkan yaitu Inspira.

Responden memberikan jawaban dalam skala 1 hingga 5, mulai dari “Sangat Baik” hingga “Tidak Baik.” Nilai maksimal yang dapat dicapai adalah 45, yang kemudian diolah menjadi output angka sebagai dasar laporan kinerja.

Variabel yang dinilai mencakup aspek penting seperti integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri, kemampuan mengelola perubahan, pengambilan keputusan, hingga peran sebagai perekat bangsa.

Baca Juga: Era Manajemen Talenta, Aplikasi Mata360 Badilum Diuji Coba

“Dengan cakupan yang luas, penilaian ini diharapkan memberi gambaran menyeluruh tentang perilaku dan kompetensi aparatur peradilan”, tutup Retzy.

Melalui sistem ini, Badilum berupaya membangun budaya kerja yang lebih profesional, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada hasil. Penilaian 360 diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat integritas, meningkatkan mutu pelayanan publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. (zm/wi/ldr)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…