Cari Berita

Refleksi Bulan Ramadan dan Idul Fitri: Kembali Suci, Berbagi dan Integritas

Yulianti - Dandapala Contributor 2026-03-21 09:00:06
Dok. Ist.

Jakarta. Riuh suara imam sholat tarawih di masjid akan sayup terhenti, tidak terasa hampir 1 bulan kita berpuasa di bulan yang sangat indah dan mulia ini, bulan yang selalu dinantikan oleh Umat Muslim di seluruh dunia, berharap untuk bertemu setiap bulannya. 

Sebentar lagi bulan Ramadan yang penuh keistimewaan ini akan ditutup dengan gema takbir yang akan berkumandang ke seluruh penjuru negeri sebagai tanda tibanya Hari Raya Idulfitri yang dinanti.

Mengapa bulan Ramadan akan selalu dirindukan? Rasulullah bersabda bahwa bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian yang masing-masing memilki keutamaan yang sangat luar biasa, bahwa awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan sedangkan akhirnya terbebas dari api neraka (HR. Al-Baihaqi), oleh karena itu Umat Muslim akan merasakan kesedihan ketika bulan Ramadan akan meninggalkannya.

Baca Juga: Hikmah Ramadan: Puasa Sebagai Refleksi Integritas Bagi Insan Peradilan

Penetapan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijirah ditentukan melalui Sidang Isbat terlebih dahulu, dari laman resmi Kementerian Agama bahwa Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 H akan digelar pada Kamis (19/03/2026), bertepatan 29 Ramadan 1447 H. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat, bahwa Sidang Isbat adalah forum musyawarah pemerintah, zuama, dan ulama dalam memberikan pertimbangan kepada Menteri dalam menetapkan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. 

Penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, ditentukan berdasarkan posisi hilal dengan menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatulhilal (pengamatan hilal).

Sidang isbat ini menjadi momen penting karena menyatukan data ilmiah dan kesepakatan ulama agar keputusan yang dihasilkan dapat diterima seluruh masyarakat Indonesia.

Refleksi Ramadan dan Idulfitri bahwa dunia peradilan yang memiliki tantangan dan ujian yang menerpa baik dari dalam ataupun dari luar lingkungan peradilan, diharapkan Hakim dan Aparatur Peradilan mampu menjaga diri dan keluarga jangan sampai tergelincir dari hawa nafsu dunia, keserakahan, dan ketamakan pada dunia yang tidak kekal ini.

Jiwa dan raga ini diharapkan benar-benar kembali kepada fitri atau suci, mendapatkan rahmat, dan ampunan atas dosa yang telah kita lakukan selama ini, sejatinya sebelas bulan yang akan datang itulah peperangan yang sesungguhnya untuk melawan hawa nafsu yang sebenarnya, apakah bulan Ramadan kemarin masih berbekas dihati atau sudah silih berganti dengan kenikmatan duniawi. 

Hakim dan Aparatur harus mampu meneladani Rasulullah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan kualitas iman yang terpupuk menjadi sebuah nilai moral dan ilmu pengetahuan yang menjadi senjata integritas yang profesional.

Dalam Alqur’an Surat Al’Asr ayat 1-3 bahwa demi masa sungguh, manusia itu dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasihat untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. 

Hakim sebagai tonggak keadilan diharapkan menyelami makna Ramadan dan Hari Raya Idulfitri ke dalam sanubari yang tertuang dalam putusan yang berasal dari hati nurani. 

Irah-Irah dalam putusan memilki makna filosofis yang sangat dalam, menempatkan posisi Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar utama dalam memberikan keadilan, hakim merupakan perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi yang akan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat kelak. 

Baca Juga: Integrasi Reward & Punishment dengan Strategi Kindness: Jalan Etis Menuju Peradilan Agung

Semoga momentum Hari Raya Idulfitri ini mendekatkan kita kepada Allah SWT, merajut silahturahim yang terputus, saling berbagi kepada sesama, memupuk rasa persaudaraan sesama umat muslim dan antar umat beragama serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tak lupa teringin doa semoga kita semua dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh dengan kemuliaan ini di tahun berikutnya. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. (yl/al)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…