Cari Berita

Ruang Sidang Tempat Pancasila Membuktikan Diri

Aji Malik-Hakim pada Pengadilan Negeri Pasarwajo - Dandapala Contributor 2026-06-01 15:55:04
Dok. Penulis.

Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya kesepakatan terbesar dalam sejarah kebangsaan Indonesia. Namun di tengah berbagai seremoni dan pidato yang selalu mengiringi peringatannya, terdapat satu pertanyaan penting yang patut diajukan kembali. Di manakah sesungguhnya Pancasila bekerja setelah 81 tahun lebih dikumandangkan sebagai dasar negara.

Jawabannya tidak selalu berada di ruang-ruang seminar, mimbar politik, ataupun dokumen kenegaraan. Salah satu tempat paling nyata yang memperlihatkan hidup dan bekerjanya Pancasila justru berada di ruang sidang pengadilan.

Di tempat inilah berbagai perbedaan suku, agama, latar belakang sosial, pandangan politik, hingga kepentingan ekonomi dipertemukan dalam satu forum yang sama untuk mencari keadilan. Jika Pancasila disebut sebagai pemersatu bangsa, maka pengadilan merupakan ruang tempat persatuan itu diuji setiap hari.

Baca Juga: Hakim Ad Hoc Tipikor Ini Bikin Lagu Kekinian Guna Bumikan Pancasila ke Gen A

Para pendiri bangsa merumuskan Pancasila bukan dalam situasi yang mudah. Perbedaan pandangan yang tajam mengenai bentuk negara, hubungan agama dan negara, hingga arah masa depan Indonesia sempat mengemuka dalam sidang-sidang menjelang kemerdekaan.

Namun perbedaan tersebut tidak berakhir dengan permusuhan, melainkan melahirkan kesepakatan yang mampu mengakomodasi seluruh elemen bangsa. Semangat inilah yang terus hidup dalam dunia peradilan. Hakim setiap hari berhadapan dengan pihak-pihak yang saling bertentangan, saling menyalahkan, bahkan terkadang saling membenci.

Dalam kondisi demikian, hukum tidak boleh menjadi alat kemenangan kelompok tertentu, melainkan sarana menemukan keseimbangan, kepastian, dan keadilan bagi semua pihak. Di sinilah nilai luhur Pancasila menemukan relevansinya. Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling meniadakan, melainkan alasan untuk mencari titik temu yang menjunjung martabat manusia dan kepentingan bersama.

Di era digital saat ini, tantangan terhadap persatuan bangsa tidak lagi datang dalam bentuk penjajahan fisik, melainkan melalui polarisasi sosial, penyebaran kebencian, disinformasi, serta menguatnya kecenderungan masyarakat untuk menghakimi tanpa proses hukum. Fenomena peradilan media sosial yang berkembang begitu cepat sering kali mengabaikan asas praduga tidak bersalah dan mereduksi keadilan menjadi sekadar opini mayoritas.

Dalam situasi seperti ini, lembaga peradilan memegang peranan yang semakin strategis sebagai benteng peradaban. Pengadilan menjadi tempat terakhir yang memastikan bahwa setiap orang tetap diperlakukan sebagai manusia yang memiliki hak dan martabat, terlepas dari tekanan publik ataupun arus opini yang berkembang. Ketika hukum ditegakkan secara independen, objektif, dan berintegritas, sesungguhnya peradilan sedang menjaga nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial yang menjadi inti Pancasila sekaligus fondasi perdamaian dunia.

Oleh karena itu, Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan historis, tetapi juga sebagai refleksi mengenai tanggung jawab moral seluruh insan peradilan. Setiap putusan yang dijatuhkan hakim, setiap layanan yang diberikan aparatur pengadilan, dan setiap integritas yang dipertahankan di tengah godaan penyimpangan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Bangsa ini tidak akan tetap bersatu hanya karena memiliki semboyan atau simbol pemersatu. Persatuan akan bertahan apabila masyarakat terus percaya bahwa keadilan masih dapat ditemukan melalui hukum. Ketika pengadilan mampu menjaga kepercayaan tersebut, maka sesungguhnya ruang sidang bukan hanya tempat menyelesaikan perkara, melainkan juga tempat Pancasila terus membuktikan dirinya sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian yang relevan bagi dunia yang semakin terbelah oleh konflik dan kepentingan. (ldr)

Baca Juga: Eksistensi Irah-Irah Putusan Pengadilan sebagai Manifestasi Struktur Piramidal Pancasila

 REFRENSI

 

  • 1.    Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Hari Lahir Pancasila Begini Kronologi dan Sejarahnya Secara Lengkap. Diakses dari BPIP RI pada 1 Juni 2026
  • 2.    Mahkamah Agung Republik Indonesia. Arti Lambang Mahkamah Agung RI. Diakses dari Mahkamah Agung RI pada 1 Juni 2026
  • 3.    Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Integritas dan Intelektualitas Paduan untuk Wujudkan Pengadilan Berkualitas. 24 April 2025. Diakses dari Kepaniteraan Mahkamah Agung RI pada 1 Juni 2026

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…