Cari Berita

Transformasi SDM Peradilan Dimulai, Badilum Gelar Penilaian 360 di PT Manado

Tim Dandapala - Dandapala Contributor 2026-05-11 15:35:43
Dok. Ist

Manado – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) menggelar kegiatan Uji Coba Penilaian 360 di Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (11/05/2026). 

 “Sebelumnya uji coba ini juga telah kami laksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang”, ucap Direktur Pembinaan Tenaga Teknis (Dirbinganis) Badilum, Hasanudin, saat membuka kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut.

Hasanudin melanjutkan penerapan penilaian 360 merupakan upaya percepatan penilaian manajemen talenta untuk pemetaan kinerja dan potensi aparatur peradilan. “Himpunan data dan informasi tersebut yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Rapor Hakim dan Tenaga Teknis dan menjadi dasar bagi promosi dan mutasi”, jelasnya.

Baca Juga: Prim Haryadi Pimpin Pembukaan Pekan Olahraga Sambut HUT MA di Manado

Ia melanjutkan Aspek kinerja ditujukan untuk menilai capaian pelaksanaan tugas, tanggung jawab, serta hasil kerja sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Sementara aspek pengembangan diri (potensi) diarahkan untuk mengukur upaya individu dalam meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kualitas pribadi maupun profesional secara berkelanjutan.

“Mata 360 merupakan salah satu komponen penting dalam aspek pengembangan diri”, jelas Hasanudin. 

Selanjutnya Materi Pendampingan Penilaian 360 dipaparkan oleh Tim Badilum, Retzy Lewu dan Septiano Praditya Hartono. Ia memaparkan instrumen evaluasi kinerja Hakim dan Tenaga Teknis. “Sistem ini dirancang untuk memberikan gambaran holistik mengenai perilaku, kompetensi, dan efektivitas kerja aparatur peradilan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga”, jelas Retzy.

Penilaian 360 dilakukan setiap tahun dengan melibatkan atasan langsung, rekan sejawat, dan bawahan langsung sebagai responden lanjutnya. Dilaksanakan setiap tahun agar kinerja aparatur tetap terpantau dan dapat segera diperbaiki berdasarkan masukan yang diberikan, sehingga kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat terus meningkat.

“Proses nantinya menggunakan kuesioner daring yang dikirim melalui WhatsApp blast, dengan identitas responden dijamin kerahasiaannya. Tujuannya adalah memberikan masukan objektif dari responden”, urai ujar Pranata Komputer PT Manado ini.

Aplikasi ini menawarkan tiga fitur utama, yaitu Penilaian Terintegrasi: sinkronisasi data otomatis antar satuan kerja tingkat wilayah dan pusat. Pemetaan dengan Satu Klik: memudahkan pemetaan jabatan di seluruh yurisdiksi. Manajemen Zonasi: pengelompokan data berdasarkan wilayah untuk monitoring lokal yang lebih efektif.

Nantinya diperlukan peran dan tanggung jawab dari Admin Badilum untuk menentukan target jabatan, mengatur jadwal, mengirimkan kuesioner, serta mengelola dan melaporkan hasil. Selain itu Admin Satker akan mengisi jabatan kosong sesuai kebutuhan. Serta nantinya Hakim dan Tenaga Teknis akan mengisi kuesioner secara objektif berdasarkan link yang diterima.

Proses ini dijalankan dengan alur yang jelas, mulai dari penentuan subjek dan responden oleh Admin Badilum, aktivasi akun, pengiriman kuesioner, pengisian oleh Hakim/Tenaga Teknis, hingga penguncian dan pengolahan hasil penilaian yang akhirnya dimasukkan ke dalam aplikasi yang tengah dikembangkan yaitu Inspira.

“Responden memberikan jawaban dalam skala 1 hingga 5, mulai dari Sangat Baik hingga Tidak Baik”, ucap Retzy. Nilai maksimal yang dapat dicapai adalah 45, yang kemudian diolah menjadi output angka sebagai dasar laporan kinerja. 

Variabel yang dinilai mencakup aspek penting seperti integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri, kemampuan mengelola perubahan, pengambilan keputusan, hingga peran sebagai perekat bangsa.


“Dengan cakupan yang luas, penilaian ini diharapkan memberi gambaran menyeluruh tentang perilaku dan kompetensi aparatur peradilan”, tutup Retzy.

Baca Juga: PN Manado Perluas Akses Keadilan Lewat Mall Pelayanan Publik

Menutup kegiatan, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis (Dirbinganis) Badilum, Hasanudin menyampaikan melalui sistem ini, Badilum berupaya membangun budaya kerja yang lebih profesional, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada hasil. 

“Penilaian 360 diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat integritas, meningkatkan mutu pelayanan publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan”, ucapnya. (al/seg)

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Dandapala Follow Channel WhatsApp : Info Badilum MA RI

Memuat komentar…